Bak Bom Waktu, Sesar Lembang Bakal Ratakan Bandung Raya

Pemukiman warga di sekitar Patahan Sesar Lembang.
Pemukiman warga di sekitar Patahan Sesar Lembang. (Foto: Genzpedia)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Semenjak terjadinya gempa yang melanda wilayah Sumedang, wilayah Bandung Raya kini seakan-akan mendapatkan warning. Bagaimana tidak, kejadian tak mengenakan tersebut mengindikasikan akan adanya pergeseran sesar Lembang di bawah tanah.

Potensi yang ditimbulkan oleh pergeseran sesar Lembang ini tentunya cukup besar, mengingat jutaan manusia hidup di wilayah Bandung Raya. Bukan tak mungkin jika bom waktu ini akan terjadi.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sesar Lembang memiliki panjang sekitar 29 kilometer. Bermula di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang memanjang menuju daerah Padalarang (KBB) hingga ke daerah Jatinangor (Sumedang).

Baca Juga:Mengkaji Ulang Dugaan Pelanggaran NetralitasJalan Daeng Ardiwinata Direvitalisasi, Bakal Ada Bunderan dan 3 Lajur

Lantas, mengapa banyak orang mengatakan sesar Lembang adalah sebuah bom waktu? Pasalnya, pergerakan dari sesar ini mengakibatkan aktivitas kegempaan yang cukup masif. Diperkirakan, akan terjadi gempa dengan magnitudo 6,8 hingga 7 andai sesar Lembang bergerak.

Apa yang akan terjadi jika Bandung Raya diguncang gempa sekuat itu? Maka, akan ada potensi satu wilayah yang hancur akibat gempa tersebut.

Lalu, dari wilayah Padalarang, sesar ini melintasi wilayah Bandung Raya seperti Ngamprah, Cihideung, Lembang, Cimenyan, Cilengkrang, Cileunyi, hingga Jatinangor.

Diketahui, pergerakan sesar Lembang per tahunnya berkisar di angka 3,0 hingga 5,5 milimeter per tahun. Namun, angka tersebut diprediksi bakal bertambah 4,0 milimeter setiap tahunnya.

Andai pergeseran sesar sepanjang 29 kilometer itu terjadi, maka wilayah KBB akan hancur parah. Lokasi wisata, bangunan bersejarah seperti Observatorium Bosscha, dan objek vital serta pemukiman warga lainnya akan hancur.

Selain itu, Kota Cimahi akan terdampak juga karena berjarak kurang lebih 5 hingga 6 kilometer dari sesar Lembang. Angka tersebut meletakkan kota tersebut dalam zona merah.

Menurut hasil penelitian dari Geoteknologi LIPI, akan ada patahan vertikal sekitar 50 centimeter secara mekanis. Ini menyebabkan bangunan yang dilewati akan menjadi tidak stabil sehingga rawan bahkan roboh.

0 Komentar