JABAR EKSPRES – Kunjungan wisatawan ke Jawa Barat (Jabar) selama tahun 2023 ini, dilaporkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) belum mencapai target yang telah ditentukan. Padahal saat ini telah memasuki Libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kepala Disparbud Jabar Benny Bachtiar mengatakan, dari jumlah target yang ditentukan yakni sebesar 218,7 juta, hingga saat ini kunjungan wisatawan baru sekitar 80 persennya. Hal itu disebabkan, kata dia akibat adanya beberapa faktor salah satunya tiket transportasi.
“Karena kejadian tahun lalu ketika libur panjang tingkat hunian hotel rata-rata sudah di atas 80 persen ini melorot sampai 30 persen akibat ada isu tsunami dan bencana alam. Jadi banyak yang dibatalkan padahal faktanya tidak ada hal tersebut,” ungkapnya
Baca Juga:Update Ganjil Genap di Kawasan Puncak pada Libur Nataru, Diperpanjang hingga 1 Januari 2024Mantap! Kadin Kota Bogor Serahkan Bantuan Logistik di Posko Pengamanan Nataru
Agar hal tersebut dapat di antisipasi di libur panjang tahun ini, ia mengaku pihaknya akan terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk BMKG untuk mengetahui kondisi cuaca khususnya di beberapa daerah destinasi wisata.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan BMKG, mana kala ada informasi-informasi yang berkaitan dengan hal tersebut (cuaca), itu artinya harus diberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kondisi yang sebenarnya itu seperti apa. Jadi berdasarkan hasil rapat koordinasi pada pekan lalu dengan seluruh kepala dinas kabupaten/kota, itu bagaimana mengantisipasi informasi-informasi hoaks (selama libur panjang),” ucapnya.
Meski begitu, Benny berharap dengan langkah tersebut kunjungan wisatawan ke Jabar di libur panjang tahun ini, dapat mengalami peningkatan yang cukup siginifikan.
“Kalau kita berbicara target kami berharap bisa melebihi dari target sebelumnya. Tapi, ini akan menjadi PR kita bersama juga ketika berbicara dengan kementerian,” pungkasnya. (San).
