Jabar Ekspres – Kabar PT Dirgantara Indonesia (PTDI) belum melunasi gaji karyawannya untuk periode November 2023 sempat menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Namun, Menteri BUMN Erick Thohir memastikan bahwa PTDI tidak melakukan pemotongan gaji karyawan, melainkan hanya tersendat.
Erick mengatakan bahwa keterlambatan pembayaran gaji tersebut disebabkan oleh kekosongan kas PTDI. Hal ini diakibatkan oleh belum terlunasinya tagihan PTDI oleh klien.
“Tidak ada pemotongan dan sudah dibicarakan akan dibayar bertahap karena ada cash mis (cash mismatch), ada pembayaran yang enggak masuk tepat waktu,” ujar Erick, Selasa (19/12).
Baca Juga:Musda ke-5 HPCI Chapter Bandung: Puncak Kemeriahan Sekaligus Penobatan Ketua Chapter BaruJNE Kantor Cabang Utama Karawang Diresmikan, Hadir Lebih Dekat dan Berikan Pelayanan Prima Bagi Pelanggan
Erick juga menegaskan bahwa pihaknya akan lebih fokus dalam membenahi bisnis-bisnis PTDI dan menutup yang tidak berfungsi. Selain itu, ia juga akan menindak tegas direksi BUMN yang melakukan penyelewengan.
“Yang menggerogoti holding company sekadar untuk create project, itu yang saya harus ‘sikat’,” ucap Erick.
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) adalah salah satu anggota holding BUMN DEFEND ID, yang merupakan gabungan dari lima perusahaan BUMN di bidang industri pertahanan, yakni PT LEN Industri, sebagai induk, dan anggota PT Pindad, PTDI, PT PAL Indonesia, dan PT Dahana.
