Pacu Transformasi Digital IKM, Kemenperin Gelar Lokakarya Pemasaran Digital di Bandung

 

Didorong oleh kondisi pandemi Covid-19 yang sempat melanda Indonesia dan peningkatan penetrasi teknologi digital di Indonesia, konsumen mengalami perubahan selera berbelanja, dari yang semula belanja secara konvensional dengan mengunjungi toko menjadi belanja daring (online). Hal ini didukung oleh data pengguna internet, pengguna e-commerce, dan nilai transaksi e-commerce Indonesia.

 

Laporan Digital 2023, Indonesia mencatat pada Januari 2023 terdapat 212 juta pengguna internet di Indonesia, dengan penetrasi internet mencapai 77 persen. Kemudian Statista Market Insights juga melaporkan bahwa ada 179 juta jiwa pengguna e-commerce di Indonesia pada tahun 2022, dan diprediksi mencapai 196 juta pada tahun 2023.

 

Nilai transaksi e-commerce Indonesia, sebagaimana diprediksi oleh Bank Indonesia, berpotensi mencapai Rp572 triliun pada akhir tahun 2023. “Kalau dilihat datanya, sebenarnya ‘kan ini peluang yang harus dimanfaatkan. Sekarang hanya bermodal smartphone saja, pelaku usaha bisa memperluas pasar dan meningkatkan penjualan tanpa perlu keluar biaya dan energi besar dibanding cara pemasaran konvensional,” kata Reni.

 

“Sudah murah, mudah, efektif juga, jadi sangat cocok untuk pelaku IKM,” lanjutnya.

Lokakarya bertajuk “Workshop Peningkatan Pemasaran Digital Bagi IKM Aneka, Kimia, Sandang, dan Kerajinan di Kota Bandung” ini merupakan salah satu rangkaian program e-Smart IKM 2023 Ditjen IKMA Kementerian Perindustrian.

 

Dihadiri oleh 200 pelaku IKM fesyen dan kriya Bandung dan sekitarnya. Lokakarya ini merupakan inisiasi bersama dari Ditjen IKMA, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung.

Dengan menghadirkan narasumber dari Founder PALA Nusantara dan Master Trainer dari Tokopedia, peserta lokakarya disuguhi materi berupa pengenalan terhadap lokapasar (marketplace), cara menggunakannya, dan juga pemanfaatan fitur-fiturnya. Materi lain yang diberikan adalah praktik teknik fotografi produk menggunakan ponsel agar pelaku IKM dapat menghasilkan foto produk yang baik di lokapasar hanya dengan peralatan sederhana.

 

“Di marketplace ‘kan yang dilihat konsumen pertama kali itu foto produknya, jadi harus bagus. Produk sudah bagus tapi kalau fotonya buram, angle-nya kurang bagus juga jadi tidak menarik untuk dibeli,” ujar Reni.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan