Oleh karenanya, kata Hadi Setelah dilanjutkan dengan uji coba di lapangan yang dilakukan hari ini, menurutnya peralatan ini bisa dilihat secara operasional apakah bisa dimanfaatkan atau tidak di lapangan.
Agar nantinya kata dia, bisa diketahui secara optimal ketika digunakan, apakah cocok atau tidak dan untuk dijadikan bahan perbaikan atau evaluasi.
Sehingga bisa melihat apa yang menjadi kekurangan khususnya dalam melakukan evakuasi perlu ada percepatan.
Baca Juga:Masih Pakai Seragam Sekolah, Belasan Pelajar SMK di Bogor Terciduk Satgas dalam Kondisi MabukKonflik Lahan di Cijeruk Makin Panas, Kuasa Hukum Penggarap Dipanggil ke Istana Negara, Sampaikan Ini
“Tidak bisa mencoba bensin baru di isi, mesin pas sudah nyala harus diuji berapa kali baru dilakukan, jangan sampai seperti itu, karena itu harus dipercepat karena itu berlomba dengan waktu,” kata dia.
Adapun kata Usep, personil yang terlibat dalam simulasi bencana ini ada sekitar 30 orang yang terlibat dengan 5 orang dari tim data informasi.
“Semua masing-masing punya tugas saling berkolaborasi dalam kegiatan simulasi agar outputnya bisa menjadi catatan dan evaluasi,” terangnya.
