JABAR EKSPRES – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan bahwa konten video yang beredar di berbagai platform digital yang memperlihatkan Presiden Joko Widodo berbicara dalam bahasa Mandarin adalah hoaks.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemenkominfo, Semuel A. Pangerapan. Pangerapan, yang menegaskan bahwa video tersebut merupakan hasil editan.
Namun, video tersebut diedit ulang dengan menggunakan artificial intelligence (AI) sebagai deepfake, sehingga akhirnya muncul pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam bahasa Mandarin.
Baca Juga:Polemik Calon Pj Wali Kota Banjar, Begini Kata Mantan Anggota DPRDIndonesia Sebut Kekerasan yang Dilakukan Israel di Gaza Sebagai Kejahatan Kemanusiaan
“Secara visual, video tersebut identik, namun telah diedit sedemikian rupa yang diyakini menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) deepfake,” kata Semuel.
Mengenai menonton video aslinya, Semuel mengatakan masyarakat bisa menonton di situs https://usindo.org/gala/dinner-in-honor-of-presiden-joko-widodo/, dalam video tersebut dikonfirmasi mengakui bahwa Presiden Joko Widodo tidak menggunakan bahasa Mandarin dalam pidatonya.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Massa Kementerian Komunikasi dan Informatika, Usman Kansong, mengingatkan masyarakat untuk mengantisipasi fenomena deepfake yang dapat menipu siapa saja menjelang Pemilu 2024.
Deepfake adalah salah satu jenis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang digunakan untuk membuat gambar, audio, dan video hoaks yang meyakinkan.
