JABAR EKSPRES – Rumah layak huni yang disiapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung masih jauh dari harapan. Meskipun banyak upaya digencarkan, seperti penyediaan rumah deret dan rumah susun, masalah ini belum terselesaikan.
Hal tersebut diakui Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung Ema Sumarna. Kendati belum tuntas, menurutnya, progres yang diperlihatkan pihaknya hingga saat ini berkenaan ketersediaan rumah layak huni, dianggap berjalan baik.
Temuan data yang mencatat persentase angka hunian layak tersebut, dihitung sepanjang kurun waktu tahun 2020 hingga 2022, Kota Bandung memiliki angka persentase sebesar 36,75. Disusul dengan Cianjur (36,57), Bandung Barat (35,52), Kota Sukabumi (35,15), dan terakhir yaitu Garut (34,24).
Baca Juga:Jaga Netralitas ASN, Dicky akan Sukseskan Pemilu Serentak Tahun 2024Tak Jadi Cawapres, Golkar Bebaskan Pilihan untuk Ridwan Kamil
Menjawab temuan itu, Ema mengungkapkan, sejumlah langkah sudah disiapkan Pemkot Bandung. Diantaranya pembangunan rumah deret, susun, dan hunian yang layak bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
“Kami tahun ini menyelesaikan yang rumah deret (Tamansari), (rumah susun) Rancacili. Lalu nanti kami pikirkan (hunian) yang di Jalan Jakarta, Paldam,” jawabnya.
“Itupun artinya, untuk kelompok menengah ke bawah, itu sangat mudah untuk diakses. Persyaratan tidak terlalu rumit dan sulit. Orang-orang yang berpenghasilan standar UMK sudah bisa memiliki itu. Saya pikir cicilan bulanannya itu sangat terjangkau,” sambungnya.
