Dinkes Jabar Tanggapi Keracunan Massal yang Berulang di KBB

Yogurt yang diindikasikan sebagai sumber keracunan makanan anak SD di KBB
Yogurt yang diindikasikan sebagai sumber keracunan makanan anak SD di KBB. (Foto: Dok. Jabar Ekspres)
0 Komentar

BANDUNG, JABAR EKSPRES – Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Dinkes Jabar), langsung melakukan koordinasi dengan Kabupaten Bandung Barat (KBB) setelah ditemukan kembali kasus keracunan massal yang korbannya menimpa sejumlah anak-anak sekolah dasar (SD).

Diketahui, setelah kasus keracunan masal akibat jajanan SD berbentuk Cimin pada beberapa waktu lalu, kini Dinkes KBB melaporkan ada 20 korban di SDN 1 Cimerang dan 2 Ciampel, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, KBB, mengalami mual dan muntah setelah mengonsumsi susu fermentasi berupa yoghurt pada Rabu, 11 Oktober 2023 kemarin.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Jabar Rochady mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk Laboratorium Kesehatan Darah (Labkesda) Jabar.

Baca Juga:KPAID Kabupaten Cirebon Terima 7 Laporan Kasus PerundunganSungai Ciesek Tercemar, Pemkec Megamendung Lakukan Langkah Ini!

Meski begitu, untuk mengetahui penyebab dari keracunan massal tersebut, Rochady menambahkan bahwa harus membutuhkan waktu untuk melakukan serangkaian pemeriksaan.

“Kita lihat (bakteri), kan dia tumbuh berkembang, nunggu tumbuh apa engga gitu. Ini masih diteliti lebih lanjut dulu dari mana sumbernya. Jadi kita belum bisa menyimpulkan, karena kalo arahnya kadaluwarsa, (susu fermentasi berupa yoghurt) itu belum kadaluwarsa,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (12/10).

Rochady mengaku, dari kejadian ini pihaknya akan menindak lanjut kasus tersebut meskipun beberapa faktor lainya dapat menjadi penyebab dari keracunan massal tersebut.

“Tapi saya enggak mau berandai-andai dulu, pokoknya kami lihat hasilnya dulu. Tapi sebetulnya apakah ada hubungannya misal seperti daya tahan tubuh anak-anak yang semakin menurun karena cuaca ekstrem ini sehingga mudah terpapar penyakit,” ungkapnya.

“Jadi bisa aja bukan karena ada kuman tapi karena kandungan asamnya atau apa yang membuat kontraksi usus berlebihan sehingga misalnya diare. Jadi kita ngambil hal positif dulu sampai nanti hasil dari pemeriksaan apakah betul ada kuman atau tidak,” imbuhnya.

Untuk diketahui, jajanan yogurth yang dijual di SDN 1 Cimerang dan SDN 2 Ciampel, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) membuat puluhan murid di sana mengalami pusing dan mual.

0 Komentar