JABAR EKSPRES – Dalam respons terhadap eskalasi konflik dengan Hamas Palestina, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Israel serta pemimpin partai oposisi, Benny Gantz, telah sepakat membentuk pemerintah darurat nasional. Keputusan tersebut diumumkan dalam konferensi pers bersama pada Rabu malam.
“Kami telah membentuk pemerintah darurat nasional. Seluruh warga Israel bersatu dan mengesampingkan perbedaan di situasi ini,” ujar Netanyahu.
Kabinet perang ini, yang melibatkan tokoh-tokoh kunci dari berbagai partai politik, akan fokus sepenuhnya pada menangani konflik dengan Hamas. Mereka berkomitmen untuk hanya fokus pada pengesahan undang-undang dan keputusan yang berkaitan dengan situasi perang.
Baca Juga: Korban Terus Bertambah! 2.327 Jiwa Melayang dalam Konflik Israel-Palestina
“Kita berdiri di sini bersama bahu-membahu demi mengirim pesan kepada musuh-musuh,” tambah Gantz, seperti yang dilaporkan oleh Reuters.
Konflik antara Israel dan Hamas telah memasuki hari kelima pada Kamis, dengan Hamas mengklaim serangan mereka sebagai upaya mengakhiri pendudukan di bumi Palestina. Operasi Pedang Besi yang diluncurkan oleh pasukan Israel bertujuan menargetkan infrastruktur Hamas di Jalur Gaza.
Situasi semakin rumit dengan adanya saling serang antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon, serta serangan Israel ke wilayah Suriah. Korban tewas mencapai angka yang mengkhawatirkan, dengan lebih dari 2.300 orang tewas dan ribuan lainnya terluka.
Baca Juga: Musuh Israel Terkuat: Hizbullah vs. Hamas! Apa Perbedaan Besar yang Harus Kamu Ketahui?
Kementerian Kesehatan Palestina mencatat setidaknya 1.100 orang tewas dan 5.339 orang terluka di Jalur Gaza, sementara di Tepi Barat Palestina, setidaknya 27 orang meninggal dunia dan 150 orang lainnya terluka akibat serangan Israel. Militer Israel melaporkan setidaknya 1.200 kematian di wilayahnya sejak konflik dimulai, termasuk 189 tentaranya. Situasi terus berkembang dan memerlukan respons cepat dari pihak terkait.