JABAR EKSPRES – Dalam putaran kedua pemilihan umum yang digelar pada 30 September lalu, politikus pro-China sekaligus tokoh oposisi, Mohamed Muiz, berhasil memenangkan pertarungan. Dengan meraih 53 persen suara, Muiz mengungguli presiden petahana Ibrahim Mohamed Solih yang hanya meraup 46 persen suara, demikian dilaporkan oleh The Independent.
Terpilihnya Muiz, yang dikenal sebagai pendukung Beijing, menimbulkan indikasi bahwa Maladewa mungkin akan meninggalkan sekutu lama mereka, India. Hubungan antara India dan China selama bertahun-tahun tegang akibat sengketa perbatasan dan persaingan geopolitik.
Dalam sebuah video setelah kemenangan, Muiz menyatakan, “Dengan hasil hari ini, kita mendapatkan kesempatan untuk membangun masa depan negara. Kekuatan untuk memastikan kemerdekaan atas Maladewa.”
Baca Juga:12 Cara Dapat Uang di Telegram, Bikin Dompet Makin Tebal!Hidden Gem Bandung: Nyobain ‘Bakmi Pelita’ di Daerah Surapati Yang berdiri Sejak 1988
Meskipun Muiz diharapkan mulai menjabat presiden pada 17 November mendatang, pandangan Shaheed menyiratkan bahwa perubahan ekstrem dalam kebijakan luar negeri terhadap India mungkin tidak terjadi. Sebaliknya, Muiz mungkin akan fokus pada mengurangi ketidaksetujuan publik terhadap proyek-proyek China di Maladewa.
