Dinkes Bandung Barat Akan Optimalkan Penanganan Kasus ISPA dan Stunting

Kepala Dinkes Bandung Barat, Hernawan Widjayanto. Jabar Ekpres/Suwitno.
Kepala Dinkes Bandung Barat, Hernawan Widjayanto. Jabar Ekpres/Suwitno.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kebakaran TPA Sarimukti di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai mereda setelah penanganan amukan jago merah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Hernawan menjelaskan, asap kebakaran sampah di TPA Sarimukti cukup berbahaya jika dihirup manusia. Selain ISPA, asap kebakaran sampah bisa menyebabkan kanker paru-paru dan silikosis.

“Dalam jangka waktu yang lama, warga yang terpapar atau menghirup asap kebakaran sampah bisa berisiko terkena kanker paru. Apalagi asap hasil pembakaran sampah merupakan asap dari pembakaran plastik,” ujar Hernawan.

Baca Juga:Tumpukan Sisa Sampah di Bandung Barat Mulai Bisa Dibuang ke TPA SarimuktiWarga Diharuskan Memilah dalam Masa Kedaruratan, Sampah Komersial tak Pernah Disinggung?

Kerena itu, Hernawan menegaskan, pihaknya bakal terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayahnya. Salah satunya dengan turun langsung ke masyarakat yang mengalami masalah kesehatan.

“Kemarin kita rapat bersama pa Pj Bupati Bandung Barat (Arsan Latif) terkait pelayanan kesehatan yang terbaik dan optimal kepada masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Ia menambahkan, selain menangani kasus ISPA, penanganan kasus stunting juga menjadi fokus Dinas Kesehatan. Selain itu, pelayanan bagi ibu hamil dan lainnya pun bakal terus dioptimalkan.

“Kami berupaya maksimal memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat terutama bagi masyarakat yang kurang mampu di Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

0 Komentar