JABAR EKSPRES — Sejak pagi buta, ratusan warga dari Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) memenuhi Bangsal Pungkuran, Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.
Mereka sengaja datang ke Keraton Kasepuhan, untuk mengikuti rangkaian kegiatan Siraman Panjang.
Selain mengikuti tahap demi tahap proses siraman panjang, warga yang sengaja datang ini juga membekali diri dengan dirigen, ember, hingga botol aqua berbagai ukuran.
Baca Juga:Madu Kurma: Kombinasi Ajaib untuk KesehatanInvestasi FIFA Bangun NTC di IKN Bantu Sepak Bola Indonesia Siap Mendunia!
Dia juga ikut berebut air sisa siraman, sisa cucian piring tafsi. Rencananya air itu digunakan Era untuk menyirami sawahnya.
“Air nya dapet dua botol, buat kesehatan keluarga ada yang sakit, buat siram sawah biar hasil taninya melimpah berkah,” bebernya.
Rupanya, mereka hendak membawa pulang air dari sisa siraman panjang yang jumlahnya sebanyak 7 buah piring tafsi, 38 piring pengiring, dan dua botol minyak wangi.
“Istilahnya memang air itu sumber dari kehidupan, dan kenapa masyarakat mengambil airnya, karena masyarakat ingin mengambil keberkahan,” Kata Patih Pangeran Raja Gumelar Surya Diningrat.
Air yang jadi rebutan massa pengunjung, biasa disebut air berkah. Air berkah diyakini mampu memberikan kesuburan bagi tumbuhan maupun kesehatan.
“Khususnya keberkahan itu datang dari allah, melalui peninggalan-peninggalan,” ucapnya.
Setelah dicuci, piring tafsi, piring pengiring dan dua botol minyak wangi kemudian disimpan kembali Gedong Jimat.
“Alat-alat itu akan dipakai pada saat nanti acara puncak, yang akan menggambarkan filosofi kelahiran anak manusia memperingati hari lahir kanjeng nabi muhammad,” pungkasnya. (Mg7)
