Hal itu dialami Sungai Cikeruh, Citarik, Cikijing dan Sungai Cimande di wilayah Kecamatan Rancaekek. Melalui pantauan, volume air di sungai-sungai tersebut mulai berkurang.
Diar berharap, dampak kekeringan hingga sulit air bersih akibat musim kemarau tahun ini, tidak semakin meluas di wilayahnya.
Berdasarkan data yang diberikan BPBD Jabar per 1 Januari hingga 12 September 2023 kemarin, wilayah terbesar dari dampak kekeringan tersebut, yakni berada di wilayah Kabupaten Bogor dengan jumlah total sekitar 115 desa dan 65.054 Kepala Keluarga (KK) mengalami krisis air bersih.
Baca Juga:Hidupkan Kembali Film-Film Lokal Berkualitas, Bioskop Online Gandeng PFN Dan Pos Properti Hadirkan Bioskop Rakyat di BandungAnies Baswedan ke Sukabumi, Serap Permasalahan Petani, hingga Diteriaki Presiden
Sementara melansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), diterangkan bahwa musim kemarau tahun ini dirasa cukup panjang, khususnya di Jabar akan terus terjadi hingga bulan November 2023 mendatang.
Kondisi air sungai yang mulai menyusut akibat kemarau panjang, dialami juga oleh Sungai Cijambe di wilayah Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi.
Aliran Sungai Cijambe yang melintas tepat pinggir benteng Kantor Desa Cinunuk yang melewati Jalan Raya Cinunuk, kini benar-benar memprihatinkan.
Kepala Dusun (Kadus) 6 Desa Cinunuk, Dian Hardiana menyampaikan, Sungai Cijambe sebelum kemarau panjang, airnya cukup melimpah.
“Tapi sekarang, airnya berkurang dratis dan hitam kelam serta menyisakan tumpukan sampah,” jelas Dian.
“Puluhan karung sampah kita pungut dari sungai tersebut,” tutupnya.
Sementar itu, akibat musim kemarau yang cukup panjang tahun ini, ternyata membuat wilayah Desa Babakan Peuteuy, Kecamatan Cicalengka cukup terdampak.
Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra) Babakan Peuteuy, Erik Nur Yusup mengaku, warga kerap abai saat musim kemarau hingga tak jarang berpotensi menimbulkan kebakaran lahan.
Baca Juga:Ini Alasan BPN Kota Depok Belum Bayarkan Lahan Situ Krukut yang Dibangun Jalan TolHasil dari Kecelakaan Truk di Tanjungsari, 1 Unit Crane dan Badak 55 Diturunkan Untuk Evakuasi
“Banyak titik-titik perkebunan di wilayah Desa Babakan Peuteuy yang nyaris terbakar,” imbuhnya.
