Polusi dan Kekeringan Mengintai Kota Bandung

Polusi dan Kekeringan Mengintai Kota Bandung
(Sadam Husen Soleh Ramdani/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Imbas kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, nyatanya berakibat pada naiknya konsentrasi polusi udara di Kota Bandung.

Semula konsentrasi polusi dan kualitas udara di Kota Bandung berada di angka normal dengan nilai 20-25, yang kemudian naik imbas terbakarnya TPA Sarimukti menjadi 50-55.

Sehingga yang seharusnya polusi udara terdispersi keluar dan terbawa oleh angin, malah bakal berbalik akibat kondisi geografis Kota Bandung. Selain itu, hal tersebut juga ditakutkan bakal terakumulasi dengan polutan.

Baca Juga:Pebalap Honda Daya Jayadi Racing Team Persembahkan Podium Tertinggi di HDC 2023 SurabayaKomedi Keluarga Terbaru “Mohon Doa Restu” Pasangkan Jefri Nichol Dengan Syifa Hadju

“Sebetulnya polusi udara itu bisa terbawa oleh angin dan keluar dengan jauh. Jadi prosesnya udara diencerkan jadi lebih rendah konsentrasi polusinya” ujar Puji Lestari.

“Tapi kan Bandungan ini cekungan, maka proses itu tidak bisa. Jadinya polusi malah berbalik yang terakumulasi didalam cekungan. Diproses ini hal tersebut bisa terakumulasi dengan polutan,” tambahnya.

Disisi lain, sulitnya pemadaman api di TPA Sarimukti diperburuk oleh kondisi musim kemarau berkepanjangan.

“Oleh karena itu wilayah Bandung Raya juga berpotensi mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih untuk keperluan sehari-hari,” ujar Teguh Rahayu.

0 Komentar