Ini Alasan Rektor Uninus Bandung Tak Wajib Susun Skripsi sebagai Tugas Akhir Mahasiswa

MAHASISWA UNGGUL: Mahasiswa Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung dibebaskan memilih tugas akhir selain skripsi.
MAHASISWA UNGGUL: Mahasiswa Universitas Islam Nusantara (Uninus) Bandung dibebaskan memilih tugas akhir selain skripsi.
0 Komentar

Lantas, apa alasan Rektor Uninus Bandung ini merapkan tugas akhir mahasiswa selain skripsi? Kebijakan Prof Obi ini ternyata cukup menyita perhatian publik sejagat raya kampus di Tanah Air. Pasalnya, tidak semua kampus khususnya di Bandung yang mampu menerapkan kebijakan serupa. Kata Obi, penyelesaikan kuliah mahasiswa dengan mekanisme skripsi dipandang rentan dengan plagiat yang selama ini tak terdeteksi.

Alasan lain Obi merincikan, mekanisme penyusunan skripsi terkesan bertele-tele dan memakan waktu cukup lama. Misalnya, mahasiswa harus bimbingan ke dosen yang bisa menghabiskan waktu dua tahun atau selama empat semester hanya dihabiskan untuk bimbingan.

Sedangkan tugas akhir selain skripsi bisa diselesaikan lebih cepat, praktis, bimbingan bisa tuntas kurang dari satu tahun sehingga tidak membutuhkan biaya besar bagi mahasiswa. Mekanisme ini banyak dipilih mahasiswa saat ini. “Tapi masih banyak dosen yang menginkan mekanisme skripsi karena kalau bimbingan merasa lebih elite dan dihargai. Kemudian kalau bimbingan, mungkin mahasiswa terbiasa bawa oleh-oleh kepada dosen. Yang gitu-gitu masih jadi budaya di kampus yang enggak mudah dihapus,” ungkapnya. (tur)

0 Komentar