Berdasarkan data ini, kita dapat membayangkan seberapa besar energi yang diperlukan untuk membuka air laut sehingga membentuk lintasan selebar 900 meter dengan jarak 1.800 meter. Apalagi waktu ketika Laut Merah terbelah cukup lama karena Bani Israil yang ikut Nabi Musa AS dalam penyeberangan mencapai 600 ribu orang.
Menurut perhitungan fisika, jika proses pembelahan berlangsung sekitar 4 jam saja, diperlukan tekanan (gaya per satuan luas) mencapai 2.800.000 newton per meter persegi. Jika dikaitkan dengan kecepatan angin, ini akan melebihi kecepatan angin saat terjadi badai topan.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh ahli fisika dari Rusia bernama Volzinger, diperlukan angin dengan kecepatan konstan 30 meter/detik atau sekitar 108 km/jam untuk membuka air laut sedalam 800 meter.
Baca Juga:Dua Waktu yang Perlu di Renungkan Oleh Umat IslamMentri Dewan Kerja Sama Teluk (GGC) Berikan Dukungan Penuh Pada Kemerdekaan Palestina
Dalam konteks ini, para peneliti dari Amerika Serikat juga mengakui bahwa fenomena terbelahnya Laut Merah sangat mungkin terjadi. Melalui simulasi komputer yang mempelajari bagaimana angin mempengaruhi air, mereka menunjukkan bahwa angin dapat mendorong air kembali pada satu titik sehingga terbentuk jalur air yang memungkinkan orang menyeberangi, dan kemudian air akan kembali menutup lagi.
Pusat Riset Atmosfer Nasional (NCAR) dan Universitas Colorado AS menyimpulkan bahwa pembelahan air laut dapat dijelaskan melalui teori mekanika fluida, di mana angin membawa air sesuai dengan prinsip-prinsip fisika, membentuk jalan bagi orang untuk berjalan di antara dua sisi air, sehingga memungkinkan air untuk kembali menutup.
