Kesehatan Mental Dari Cara Pandang Islami dan Penyembuhannya

JABAR EKSPRES – Islam ternyata memiliki cara pandang sendiri dalam memperhatikan kesehatan mental seseorang. Sebagai salah satu kebutuhan dasar hidup manusia yakni sehat baik jiwa maupun raga. Maka kesehatan mental atau kesehatan jiwa memiliki peran penting dalam Islam dan juga bisa disembuhkan dengan cara islami.

Kesehatan mental dalam Islam memang mendapat perhatian khusus mulai dari larangan membahayakan diri sendiri ataupun orang lain, termasuk juga cara menyembuhkannya yang seluruhnya sudah ada dalam Alquran.

Dalam sebuah tulisan Ustad Muhammad Nur Faqih di laman Muslim.or.id dijelaskan mengenai perhatian Islam terhadap kesehatan mental, dimana kesehatan mental berkaitan erat dengan kondisi emosi, kejiwaan, dan psikis seseorang.

Hal ini bisa saja berpengaruh besar terhadap kepribadian dan perilaku seseorang. Dan lebih berbahaya lagi seandainya seseorang tidak bersegera untuk mencoba beradaptasi dengannya. Kondisi mental yang tidak sehat dari seorang muslim akan mempengaruhi bagaimana ibadahnya kepada Allah ‘Azza Wajalla.

Baca juga : Manfaat Berkebun untuk Kesehatan Mental

Islam sangat memperhatikan 5 kebutuhan dasar dari seorang manusia, yang mencakup agama, jiwa, harta, keturunan, dan akal.

Dan jiwa seseorang tidak hanya terbatas pada fisiknya, melainkan juga kondisi mentalnya. Bahkan, Islam juga sudah menyediakan obatnya. Beberapa hal yang secara umum atau khusus menunjukkan kepada kita agar memperhatikan kesehatan mental adalah:

Larangan membahayakan diri sendiri

Allah ‘Azza Wajalla berfirman,

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِ ۛ وَاَحْسِنُوْا ۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

“Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuatbaiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Maka, dengan sengaja menjadikan jiwa atau mentalnya rusak atau dirusak oleh orang adalah bentuk pelanggaran terhadap larangan Allah ‘Azza Wajalla di dalam ayat ini.

Atau yang lebih parah menjadi sebab sakit hatinya seorang muslim adalah sesuatu yang dilarang. Demikian pula, yang disampaikan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama dalam sabda beliau,

لا ضرر ولا ضرار

“Tidak boleh melakukan hal yang berpotensi membahayakan orang lain dan tidak boleh pula membalas memberikan bahaya.” (HR. Malik secara mursal)

Larangan menyakiti hati orang lain

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan