Senada dengan Ketua Pemuda, Ari Firmanda mengatakan, acara tersebut bukanlah kali pertama dilakukan, tahun lalu pun ada kemeriahan dengan bentuk dukungan kebaya Goes to Unesco. Sementara di tahun ini, menggunakan pakaian adat sunda dan pakaian unik lainnya, sebagai upaya untuk melestarikan budaya.
“Bisa dibilang, acara ini adalah kegiatan tahunan bagi kita semua. Namun yang menarik, tahun ini kita mengusung tema dan konsep yang berbeda dengan memperkenalkan kembali pakaian adat dan budaya Sunda pada kaum milenial, itu sangat bagus,” ucapnya.
