Alami Kendala saat Masuk Udara Indonesia, Pilot Pesawat Jet Tempur: Lalu Lintas Jakarta Sangat Padat

Alami Kendala saat Masuk Udara Indonesia, Pilot Pesawat Jet Tempur: Lalu Lintas Jakarta Sangat Padat
Pilot pesawat jet tempur Rafale Kapten Rayak di Terminal Selatan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (26/7/2023). (ANTARA)
0 Komentar

Jabar Ekspres – Pilot pesawat jet tempur Rafale Kapten Rayak mengalami kendala saat memasuki ruang udara Indonesia dari Guam karena lalu lintas udara di Jakarta sangatlah padat.

Namun, saat keluar dari Jakarta, lalu lintas udara tidak begitu padat. Meskipun Jakarta memiliki polusi udara yang buruk, hal itu tidak menjadi kendala yang signifikan saat menerbangkan pesawat.

Pilot pemula memerlukan delapan bulan pelatihan sebelum dapat menerbangkan Rafale secara operasional, sementara pilot berpengalaman memerlukan tiga bulan.

Baca Juga:French Luxury Fashion Brand Supports Paris 2024 OlympicsPrakiraan Cuaca Bandung Hari ini, Kamis, 27 Juli 2023

“Untuk pilot muda yang pendidikan, pelajar, selama delapan bulan sebelum dia bisa menerbangkan Rafale di dalam satu skuadron. Tetapi, untuk pilot yang sudah berpengalaman, biasanya itu memakan waktu tiga bulan dan dia bisa terbang secara operasional,” tambah Rayak.

Sebelumnya, Rayak juga pernah menerbangkan pesawat tempur Dassault Mirage 2000-D. Meskipun cara menerbangkan kedua jet hampir sama, terdapat perbedaan pada mesinnya. Rafale memiliki dua mesin yang lebih canggih dan dapat membawa lebih banyak senjata bom dibandingkan Mirage.

“(Selama) 2.500 jam terbang dan baru beralih ke Rafale, baru-baru ini. Jadi, kemungkinan besar pilot-pilot Indonesia sudah terbiasa terbang dengan Hawk itu sama saja,” pungkasnya.

0 Komentar