Baru Nyadar! DLHK Kota Bandung Ternyata Baru Punya 1 Tempat Pengelolaan Sampah

JABARESKPRES – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung sepertinya baru mau berinisiatif untuk membangun Tempat Pengelolaan Sampah (TPA) dengan metode penguraian sampah.

Padahal, berbagai metode penguraian sampah lama ditawarkan kepada Pemkot Bandung dari hasil penelitian akademisi mnaupun lembaga sebagai solusi untuk mengurangi produksi sampah.

Bahkan, pada 2019 lalu, Pemkot Bandung bersama jajaran DLHK pernah melakukan studi banding ke Kota Kawasaki, Jepang untuk mempelajari pengelolaan sampah.

Bahkan, DLHK Kota Bandung juga pernah ditawari pengelolaan sampah dengan menggunakan metode Bio Coumpound dan metode peyeumnisasi dari hasil penelitian lembaga perguruan tinggi.

Akan tetapi, metode tersebut belum dijalankan sesuai dengan yang diharapkan dan hanya sebatas retorika saja.

Akan tetapi penawaran tersebut baru akan dilakukan pada tahun ini setelah Pemkot Bandung kewalahan dalam melakukan pembuangan sampah ke TPPAS Sarimukti.

Kepala DLHK Kota Bandung Dudy Prayudi mengatakan, TPA yang akan dibuatnya itu akan mengunakan dengan metode penguraian dan pemilahan dengan menggunakan metode teknologi RDF.

Dia menyebutkan, dari 135 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang dimiliki Kota Bandung, baru 1 saja yang melakukan motede pemrosesan sampah dengan penguraian.

‘’Lima TPAS lainnya menggunakan metode pemilahan 3R,’’ ujar Dudy kepada wartawan, Kamis, (11/5).

Dia mengatakan, untuk mewujudkan ini pihaknya akan membuat 5 TPS terlebih dahulu. Rencananya akan pihak ketiga yang akan diajak kerjasama.

‘Nanti pihak ketiga ini harus mampu secara teknis melakukan metode pengurai sampah,’’ kata dia.

Pola kerjasama ini harus ditempuh dengan berbagai pihak dalam rangka mencari solusi untuk melakukan pengelolaan sampah. Hal ini dilakukan karenaa, TPPAS Sarimukti sudah over kapasitas.

Sedangkan duntuk program Kang Pisma tetap akan berjalan sambil terus gencar melakukan sosialisasi.

Salah satu yang akan menjadi perhatian serius adalah sampah rumah tangga yang masih menjadi produksi terbesar di Kota Bandung.

Dengan begitu sudah seharusnya sampah harus dikelola dengan baik melalui sumbernya. Salah satunya melalui program Kang Pisman.

pengolahan sampah menggunakan berbagai metode” ungkapnya.

‘’Jadi sebetulnya metode mengurangi sampah itu bisa dilakukan jika seluruh masyarakat bersinergi dengan baik,’’ ujar Dudy. (Mg1).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan