Pria yang akrab dikenal dengan nama Deni Lawang itu memang sudah cukup lama berkecimpung dengan buku antik atau buku lawas.
“Memang hobi, suka karena unik,” katanya, menambahkan.
Pria asal Sukabumi itu menambahkan bahwa buku antik atau terbitan lama memang masih digemari khususnya yang bersinggungan dengan referensi sejarah dan kebudayaan.
“Validasinya tinggi. Karena biasanya penulis ikut menjadi saksi sejarah,” jelasnya.
Selain jadi referensi, buku-buku antik juga jadi buruan para kolektor. Makin antik buku maka harganya makin mahal.
Baca Juga:Mudik Lebaran 2023 Diprediksi Meningkat! Ridwan Kamil Imbau Pemudik Lewat Jalur SelatanJasamarga Catat 56.213 Kendaraan Tinggalkan Jakarta, Jelang Lebaran 2023
Dani menceritakan, ia memang sudah cukup lama membangun relasi kepada kolektor – kolektor buku antik. Karena itu ia tidak kesulitan untuk mendapatkan atau memasarkan buku – buku antik koleksinya.
Menjadi penjual buku antik memang membutuhkan ketekunan sendiri. Selain membangun relasi pasar, juga perlu rajin merawat buku koleksi. Karena, buku sudah rapuh dan rawan dimakan rayap.
Selain menjual buku – buku antik, Toko Buku Bandung juga tetap menjual buku terbitan baru. Sehingga toko buku itu bisa jadi salah satu rujukan pencari referensi di Kota Bandung.(mg3)
