Layanan Pemeriksaan Hewan Masih Diminati, Keluhan Terbanyak Flu Kucing dan Penyakit Kulit

PENCEGAHAN: drh. Dani Wangsit Narendra (kanan) saat memeriksa kucing milik warga di UPTD Klinik Hewan Kota Bandung. Banyak warga mengeluhkan flu kucing. (HENDRIK MUCHLISON/JABAR EKSPRES)
PENCEGAHAN: drh. Dani Wangsit Narendra (kanan) saat memeriksa kucing milik warga di UPTD Klinik Hewan Kota Bandung. Banyak warga mengeluhkan flu kucing. (HENDRIK MUCHLISON/JABAR EKSPRES)
0 Komentar

BANDUNG – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung belakangan ini kerap menerima keluhan mengenai kekhawatiran terhadap flu kucing.

Dengan itu, DKPP terus berupaya mencegah penularan penyakit zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia yang di antaranya dari flu kucing.

Salah satunya dengan terus membuka layanan pemeriksaan hewan gratis guna menghindari penyakit hewan khususnya flu kucing. Layanan yang ada di UPTD Klinik Hewan Kota Bandung itu juga masih diminati masyarakat.

Baca Juga:Pasar Murah Digelar Kembali, Pemkot Bandung Gandeng 8 PerusahaanResmi Google, Saldo DANA Gratis Rp 300 Ribu Butuh Diklaim Sekarang Juga!

Farhan misalnya, warga Kecamatan Sukajadi itu sengaja datang ke kantor yang ada di Jalan Pelindung Hewan untuk memeriksakan kucing kesayangannya .

Kucing persilangan ras persia dan kucing kampung itu dipenuhi jamur. “Saya tau dari instagram, jadi langsung meluncur kesini (UPTD.red),” jelasnya saat ditemui Jabar Ekspres, Kamis (9/3).

Kepala UPTD Klinik Hewan Puji Wibowo mengungkapkan, pemeriksaan hewan gratis itu juga telah lama berlangsung dan terus dilaksanakan sampai saat ini. “Tujuannya untuk mencegah penyebaran penyakit zoonosis,” sebutnya.

Puji melanjutkan, setiap hari operasional layanan itu ada kuota 40 ekor per hari. Masyarakat bisa mengantre secara offline maupun online. “Ini untuk warga ber-KTP Kota Bandung,” cetusnya.

Hindari Flu Kucing dengan Sering Melakukan Pemeriksaan

Puji berharap layanan tersebut bisa dimaksimalkan oleh masyarakat. Sehingga jangan sampai baru periksa ketika hewannya sudah sakit.

Drh Dani Wangsit Narendra, dokter hewan di klinik tersebut menambahkan, ada beberapa jenis hewan yang dibawa masyarakat untuk diperiksa. Mulai dari kucing, anjing, ular, tupai, landak, hingga kura-kura. “Tapi sejauh ini kebanyakan adalah kucing. Hampir 90 persen,” katanya.

Menurut Dani, penyakit hewan yang sering menjadi keluhan adalah flu kucing dan penyakit kulit. Selain memeriksa keadaan hewan, dokter juga akan memberi sejumlah resep obat untuk mengatasi penyakit hewan.

Baca Juga:Tekan Angka Stunting, Pasar Murah Digelar di Kantor Kecamatan GedebageDishub Kota Bandung Perbaiki Zebra Cross Jalan Kalimantan

Namun jika kondisi tidak kunjung membaik atau dokter di klinik kurang mampu mengatasi, hewan tersebut bakal dirujuk. “Kami rujuk ke dokter yang lebih mumpuni jika 3 minggu tidak ada perubahan. Disini alatnya juga terbatas,” cetusnya.

Penyakit kulit kerap jadi keluhan karena kebanyakan kucing yang dipelihara masyarakat adalah awalnya kucing liar. “Kucing juga perlu rutin dikasih obat cacing agar tidak menularkan penyakit ke manusianya,” pungkasnya. (mg4)

0 Komentar