Belajar Hidup Dari Alam Semesta || Motivasi Dosis Tinggi

JABAR EKSPRES- Pepohonan, rerumputan, ombak, angin, dan burung burung bernyanyi, semuanya tersenyum dan tertawa. Yang merasa sumpek, resah, dan gundah gulana hanya manusia (fahrudin faiz).

Belajar hidup dari alam. Ia sangat santai, enjoy, dan tenang, sekalipun harus menghadapi beribu-ribu beban.

Dari matahari, setiap hari dia menyinari bumi pertiwi, tanpa beban dan tanpa alasan. Sekalipun penghuni bumi selalu mengingkari perkara ilahi, ia tetap menyinari.

Dari angin, dia selalu tenang, menemani kesunyian. Mengalir sesuka hati tanpa melihat siapa yang sedang mencaci dan memaki.

Dari air, dia tangguh, selalu mengalir menuju samudra, walau banyak rintangan yang mendera, batu-batu dan semak-semak selalu menjadi penggoda perjalanan sang air, namun dalam ketabahan nya dia selalu mencari celah jalan keluar agar sampai pada tujuan akhir.

Dari tanah, dia ikhlas, walau diharuskan ribuan orang menginjak, namun tak pernah lelah untuk menanpung siapapun. Baginya injakan bukan penghalang untuk menebar kebaikan.

Dari pohon, dia sabar, banyak orang yang menggagu, merusak, bahkan membunuh. Namun dia senantiasa tersenyum, menari-nari melambaikan dahan ranting, jika daun nya terjatuh, pohon tidak akan pernah menyalahkan angin.

Dari ombak, dia pembarani, memiliki ketertarikan yang kuat, pandai membuai. Dia sangat cerdas, dengan gayanya ombak selau berhasil dalam mengelabuhi santapan nya.

Dari batu karang yang selalu tegar, kokoh walau ombak terus-terusan menghadang berusaha menghancurkan. Tapi dengan kekuatan dia tidak pernah tergoyahkan.

SubhanAllah, maha suci Engkau ! Pencipta jagad raya ! Laahaula wala quata illa billah !

Belajar hebat dari semesta, mereka selalu tertawa, tidak pernah dilanda gegana. Karna mereka tau ditangan tuhan semuanya akan baik-baik saja.

Manusia, tidak perlu risau dan galau dengan kehidupan, beberapa kali saya harus bilang, nikmati, hayati, dan syukuri. Serahkan semuanya pada tuhan, dan jangan pernah menyimpan keraguan.

Tenang, tersenyumlah pada dunia. Dan rasakan keindahan karya goresan tuhan. Lalu resapi nikmat manakah yang kamu dustakan ?

Bergabunglah dengan orkestra alam, ikuti iramanya dan ikuti alurnya. Hingga kamu merasakan tenangnya tertawa dan bernyanyi bersama alam.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan