”Ini karena mungkin yang tahu lokasinya, yang tahu kondisinya adalah pemerintah lokal, sehingga kita perlu memberikan peran yang lebih besar kepada otoritas perumahan lokal itu,” tambah Agustinus.
Dalam menghadapi berbagai tantangan penyediaan perumahan masa depan, target pembangunan diarahkan untuk menciptakan perumahan layak huni yang terjangkau (affordable housing).
Menurutnya, Affordable housing harus mampu menciptakan integrasi antara fungsi rumah, tempat bekerja, sekaligus simpul transportasi bagi penghuninya.
Baca Juga:Bawaslu Soroti Safari Politik Anies BaswedanPolresta Bandung Beri Bantuan Trauma Healing pada Anak Korban Gempa Cianjur
Selain itu, kata dia, affordable housing juga harus mengakomodasi keberagaman status dan kebutuhan masyarakat, karena tidak semua masyarakat mampu memiliki rumah dengan hak milik pribadi.
Dia menuturkan, pengelolaan penyediaan perumahan di tingkat lokal/kota melalui skema affordable housing dilakukan dengan penyesuaian pada karakteristik pertumbuhan kota tersebut yang diwujudkan dalam bentuk kebijakan maupun rancangan teknis.
”Dengan konsepsi ini, diharapkan para pemangku kepentingan memiliki pandangan awal dalam memetakan strategi lanjutan untuk menghadapi tantangan penyediaan perumahan di masa depan,” tandasnya. (win)
