Segar, Olahan Lemon California SMKN 1 Cibadak Diburu Pelaku UMKM Untuk DIjual Kembali

Segar, Olahan Lemon California SMKN 1 Cibadak Diburu Pelaku UMKM Untuk DIjual Kembali
Segar, Olahan Lemon California SMKN 1 Cibadak Diburu Pelaku UMKM Untuk DIjual Kembali
0 Komentar

“Itu yang ada di Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian,” kata dia.

Selain itu, imbuh Iwan, SMKN 1 Cibadak juga mulai memproduksi makanan berupa dengan cita rasa dan kemasan Korea melalui kerja sama dengan PT Akasha Wira Internasional Tbk.

“Produk yang akan dikerjasamakan yaitu, Woonhae Cheese Ramyun, Rose Topokki Wonhae, Rose Ramyun, Fried Rose Ramyun, Fried Creamy Roose Ramyun, dan Fish Cake,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Willayah V Jawa Barat Dr. Nonong Winarni menambahkan, SMKN 1 Cibadak menjadi salah satu SMKN unggulan yang ada di Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga:Kolaborasi Bumi Aki Heritage dengan Chef Devina, Tawarkan Sajian Autentik Khas Jawa Barat5 Destinasi Asyik Buat Touring Menggunakan Sepeda Motor

Sekolah itu memiliki 5 program keahlian yaitu, Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura, Agribisnis Ternak, Agribisnis Perikanan, serta Desain Komunikasi Visual. Seiring dengan perkembangan waktu, pada tahun 2022 SMKN 1 Cibadak kompetensi keahlian menjadi 10 dengan jumlah peserta didik sebanyak 1.894 orang.

Dijelaskan Nonong, SMKN 1 Cibadak menerapkan Model Pembelajaran Teaching Factory (TEFA). Bahkan, sudah mencoba pembelajaran Teaching Industry yang merupakan model pembelajaran bagi SMK berbasis produksi atau jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri serta dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri.

“TEFA merupakan pengembangan dari unit produksi yakni penerapan sistem industri mitra pada unit produksi/praktek yang sudah ada di sekolah vokasi,” jelasnya

Dengan TEFA, peserta didik dapat belajar dan menguasai keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar kerja industri sesungguhnya.

Kemudian, produk-produk yang dibuat para peserta didik sebagai proses belajar pun bisa dipasarkan ke masyarakat. Sehingga, hasilnya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional sekolah.

Untuk diketahui, pada tahun 2022, SMKN 1 Cibadak kembali menerima program SMK Pusat Keunggulan Skema Pemadanan Dukungan yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi tahun 2022.

Terkait bermitra dengan industri, SMKN 1 Cibadak telah bekerja sama dengan PT Lemon Indonesia Alam Lestari dan PT Akasha Wira Internasional untuk berinvestasi di sekolah lewat cara pembangunan dua unit produksi yang akan digunakan untuk produksi minuman sari buah lemon dan produk makanan. Selain kerja sama dengan dua perusahaan itu, SMKN 1 Cibadak juga menjalin kerja sama dengan PT Indokopi Makmur Sentosa Tangerang.

0 Komentar