BANDUNG – Dalam serangkaian acara ICAS Fest di hari jumat 11 November 2022. Mahasiswa pascasarjana ISBI Bandung di Gedung Kebudayaan Sunan Ambu memaparkan penelitiannya. Audia Damayanti yang membawakan tentang tekstur fil, Andri yang membawakan tentang semiotika, Ravli yang membawakan tentang puisi dan juga Muhammad Taufik yang membahas tentang Desain Thinking.
Taufik menyajikan studi kasus desain thinking pada produk Eiger x taman nasional dengan memperhatikan aspek tahapan dalam desain thinking. Dalam penelitian ini taufik menyoroti seputar kebiasaan desainer yang ketika akan membuat sebuah karya harus melihat referensi sehingga pikiran untuk berkarya secara bebas itu berkurang dengan sendirinya.
“Mungkin saya dan teman-teman pernah merasakan bahwa proses mendesaian masih dalam kategori yang kaku dan baku untuk saat ini karena sudah ada feed dalam penerapan fungsi desain jadi setiap kreator berusaha untuk terus menggali yang berkalitan dengan solusi inovatif,” ucap Taufik.
Baca Juga:Isu Standar Kecantikan Dikemas dalam Pertunjukan Seni Tari dalam ICAST-Fest 2022Tips Sukses Berjualan di TikTok Shop Agar Banjir Orderan
Karena itulah Taufik menjadikan proses desain thinking sebagai proses perancangan namun masih juga berfungi sebagai analisis suatu karya. Di hadapan direktur pascasarjana Dr.Yanti Heriyati.,S.Pd., M.Hum. Taufik menjelaskan bagaimana proses penelitiannya dilakukan.
Usai itu pemaparan dari Taufik berlanjut dengan penjelasan dari Audia, Andri dan Ravli yang membawakan tentang tekstur sebuah film, Semiotika juga puisi. Pemaparan ini merupakan rangkaian acara di hari penutupan dari ICAS Fest.
