Bacaan Surat Al Waqiah, Surat Pembawa Kekayaan Dijauhkan dari Kemiskinan

Bacaan Surat Al Waqiah, Surat Pembawa Kekayaan Dijauhkan dari Kemiskinan
Bacaan Surat Al Waqiah, Surat Pembawa Kekayaan Dijauhkan dari Kemiskinan
0 Komentar

أَفَرَأَيْتُمُ النَّارَ الَّتِي تُورُونَ

71. Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dengan menggosok-gosokkan kayu).

أَأَنْتُمْ أَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَا أَمْ نَحْنُ الْمُنْشِئُونَ

72. Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?

نَحْنُ جَعَلْنَاهَا تَذْكِرَةً وَمَتَاعًا لِلْمُقْوِينَ

73. Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

74. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu Yang Maha Besar.

فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ

75. Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.

وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ

76. Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.

إِنَّهُ لَقُرْآَنٌ كَرِيمٌ

77. Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,

فِي كِتَابٍ مَكْنُونٍ

78. pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

79. tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.

تَنْزِيلٌ مِنْ رَبِّ الْعَالَمِينَ

80. Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin.

أَفَبِهَذَا الْحَدِيثِ أَنْتُمْ مُدْهِنُونَ

81. Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?

وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ

82. kamu mengganti rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.

فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ

83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,

83. Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,

وَأَنْتُمْ حِينَئِذٍ تَنْظُرُونَ

84. padahal kamu ketika itu melihat,

وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلَكِنْ لَا تُبْصِرُونَ

85. dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,

فَلَوْلَا إِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ

86. maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?

تَرْجِعُونَهَا إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Baca Juga:OJK Kantor Regional 2 Jawa Barat Dorong Generasi Muda Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Pasar ModalPerbaikan Jalan Selatan Dinilai Setengah Hati, Warga Keluhkan Kinerja Pemerintah

87. Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?

فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ

88. adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ

89. maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan.

وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ

90. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,

فَسَلَامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ

91. maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.

وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ

92. Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,

فَنُزُلٌ مِنْ حَمِيمٍ

93. maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,

وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ

94. dan dibakar di dalam jahannam.

إِنَّ هَذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ

95. Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ

96. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabbmu yang Maha Besar.

Buya Hamka memiliki penjelasan ilmiah mengapa Surat Al Waqiah ini jika dibaca tiap malam akan menjauhkan dari kemiskinan. Penulis Tafsir Al Azhar ini menjelaskan bahwa maksud membaca tiap malam agar memahami isinya dan mengamalkannya.

“Jika kita baca Surat ini dan kita pahami maknanya, jiwa kita akan merasa kuat,” kata Buya Hamka dalam Tafsir Al Azhar, “kita tidak akan merasa rendah diri kecuali kepada Allah. Kita tidak akan menggantungkan harapan kepada sesama manusia. Itulah kekayaan sejati.” ujarnya. (*)

0 Komentar