Jabarekspres.com- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan siap melaju menjadi calon presiden pada tahun 2024. Ia juga mengaku saat ini sedang menunggu hasil pembahasan yang dilakukan parpol. Pernyataan itu ia sampaikan dalam wawancara yang disiarkan BTV, Selasa (18/10/2022) malam.
Ganjar mengawali narasinya dengan menjelaskan posisi dirinya di dalam dunia politik. “Saya itu anggota partai tentu saya melihat ada dua realitas. Pertama saya anggota partai dan ada proses politik di dalam partai yang harus kita hormati. Kedua ada realitas sosial, realitas survei yang memang itu ada,” ujar Ganjar.
Ganjar juga mengatakan akan memberikan kesempatan kepada para partai untuk menentukan dan berkomunikasi dan hal itu dilakukan demi mengambil keputusan terbaik.
Baca Juga:Liga 1 Indonesia Kabarnya Akan Dimulai Bulan NovemberLink Tes Bucin Terbaru Oktober 2022 Gratis, Cari Tahu Apakah Pasangan Kamu Beneran Bucin?
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) kemudian bercerita soal rekam jejaknya di dunia politik. Ia mengungkap sudah di dunia politik sejak 1992. Ia mengaku sudah menjadi anggota PDI Perjuangan sejak nama partai tersebut masih PDI.
“Maka kalau kita bicara dalam kondisi dua realitas yang ada itu maka sebenarnya kalau untuk bangsa dan negara (jadi capres) apa sih yang kita tidak siap? ketika partai sudah membahas secara keseluruhan dan dia akan mencari anak-anak bangsa yang menurut mereka terbaik, menurut saya semua orang mesti siap pada hal itu,” ujar Ganjar.
Ia juga akan menghormati keputusan PDI Perjuangan sebagai partai politiknya Selain itu, ia juga menghargai relasi yang dibangun oleh partai politik lain yang sedang berbincang untuk mencari pilihan.
“Dan yang kedua tentu terkait dengan realitas yang ada di survei dan semua orang memperbincangkan, kan suara rakyat tidak boleh diabaikan to?” kata Ganjar.
Ia mengaku saat ini sedang menunggu hasil dari pembahasan partai-partai yang ada. Dan tentunya Ganjar Pranowo juga siap jadi presiden.
“Karena hanya PDI Perjuangan yang bisa mengusulkan sendirian, dan partai-partai lain harus bergabung, tapi rasa-rasanya bangsa ini terlalu besar untuk diurus sendirian. Ada banyak multidimensi persoalan dan membutuhkan kebersamaan,” ujar Ganjar.
