Pemerintah lantas menerbitkan solusi untuk mempermudah akses pembiayaan petani melalui menkaisme Sistem Regi Gudang (SRG) sesuai dengan UU Nomor 6/2006 tentang Sistem Resi Gudang sebagaimana diubah oleh UU Nomor 9/2011.
“bank bjb sebagai salah satu bank yang ditunjuk Pemerintah untuk menyediakan Skema Subsidi Resi Gudang (S-SRG) yang memberikan bunga rendah kepada petani hanya 6% efektif per tahun,” kata Widi.
Widi menjelaskan sistem resi gudang akan membantu para petani untuk mendapatkan harga jual yang layak sehingga petani tetap bisa menikmati keuntungan dari hasil tanaman.
Baca Juga:Epaper Jabar Ekspres Edisi Kamis, 13 Oktober 2022Pererat Kerja Sama Dengan RSUD Al-Ihsan Jabar, bank bjb Hadirkan Layanan Perbankan hingga Dana Pensiun
Harga hasil panen kerap turun saat musim panen atau waktu-waktu tertentu. Namun dengan sistem resi gudang, petani bisa menyimpan hasil panennya di gudang, kemudian memperoleh resi gudang yang dapat dijadikan jaminan kredit di bank bjb.
Selain itu, petani juga bisa menyimpan hasil panennya untuk dijual kembali ketika harga dianggap menguntungkan atau disebut tunda jual untuk memperoleh keuntungan tertinggi.
“Sistem resi gudang dari bank bjb dapat membantu para petani untuk mendapatkan harga jual yang layak sehingga petani tetap bisa menikmati keuntungan dari hasil tanaman mereka.
bjb SSRG Mudahkan Petani Dapatkan Fasilitas Pinjaman
Widi menjelaskan bjb Skema Resi Gudang (SSRG) adalah fasilitas pinjaman yang mendapatkan Subsidi Bunga dari Pemerintah dengan jaminan Resi Gudang yang diberikan oleh bank bjb kepada Petani, Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani & Koperasi.
Keunggulan Pinjaman bjb SSRG adalah suku bunga ringan, bebas biaya provisi dan administrasi. Selain itu, kriteria dan persyaratannya juga sangat mudah.
Terdapat 20 jenis komoditi yang dapat disimpan di gudang, yakni Gabah, Beras, Jagung, Kopi, Kakao, Lada, Karet, Rumput Laut, Rotan, Garam, Timah, Kopra, Teh, Gambir, Ikan, Bawang Merah, Pala, Ayam Beku Karkas, Gula Kristal Putih, dan Kedelai.
“bank bjb ingin mengedukasi para petani dan menjadikan penerapan sistem resi gudang sebagai budaya bagi petani untuk tidak tergesa-gesa menjual hasil panen. Karena sistem resi gudang sangat efektif dan menguntungkan bagi para petani,” kata Widi. (*)
