“Yang tahu (pergerakan NII) hanya dari Kesbangpol kemudian intelejen. Kalau kita (pemerintah desa) sebatas kemasyarakatan,” ucapnya.
Mulyadi berharap, setelah adanya deklarasi cabut baiat anggota NII di wilayahnya bisa menimbulkan dampak positif.
“Kalau ideologi Pancasila sebetulnya sudah menyeluruh (diketahui dan disosialisasikan),” imbuhnya.
“Sesungguhnya harapan saya (para anggota NII) bisa kembali mencabut bai’atnya dan kembali kepada Republik Indonesia,” tutup Mulyadi.*** (Bas)
