Mendagri Dukung ASN Kota Bogor Pakai Outfit Kasual Lokal, Tito: Kota Lain Bisa Mencontoh

“Yang untung kita, biar putaran uangnya ada di kita sendiri. Setelah itu kita jadi pemain ekspor ke luar. Jangan kita menjadi sasaran market produk asing. Mereka yang menikmati, mereka yang punya lapangan kerja. Kita hanya sebagai pembeli,” paparnya.

Untuk itu, harus bekerja bersama-sama untuk mendorong produksi-produksi dalam negeri. Termasuk menggairahkan UMKM lokal yang kualitasnya tak kalah bagus dan bisa bersaing.

“Penggunaan produksi dalam negeri agar kita menjadi raja di negeri sendiri, market yang besar ini harus kita kuasai, tidak bisa lagi dengan cara diimbau-imbau. Harus ada langkah-langkah yang konkret,” pungkasnya.

Bima Arya menyebut, diterapkan kebijakan tersebut sangat disambut baik oleh pelaku usaha industri kreatif distro. Dengan adanya kebijakan yang pro terhadap industri kreatif lokal ini, maka akan mampu menghasilkan perputaran uang yang luar biasa sehingga mampu menjadi angin segar pasca pandemi.

Bima juga ingin langkah yang baik bagi recovery economic ini, bisa didorong menjadi kebijakan yang lebih besar lagi agar berdampak luar biasa.

“ASN harus jadi kekuatan yang paling depan untuk membangkitkan kebanggan lokal. Kita mulai di Kota Bogor. Tapi nanti dorong juga di APEKSI. Ada 98 kota di APEKSI, ada 4 juta ASN di seluruh Indonesia, kalau ada kebijakan serentak seperti ini dahsyat untuk kebangkitan UMKM,” tandasnya. (YUD)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan