Pimpinan sekolah memanggil mereka: jangan mengundurkan diri. Cuti saja. “Kalau setelah kawin tidak mendapat pekerjaan yang lebih baik, agar kembali bekerja di SPI,” ujar Risna.
Saya begitu ingin bertemu Sheren. Kalau pun bukan sebagai wartawan, anggap saja sebagai sesama warga paguyuban Pawitandirogo: Pacitan-Ngawi-Magetan-Madiun-Ponorogo. (Dahlan Iskan)
Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Doa Gusti
Sutikno tata
Harta Tahta Durian 3
Nurkholis Marwanto
Doa saya: Kau tahu yang kumau. Terserah saja.
Budi Utomo
Nancy D’Alessandro keturunan Italia. Sudah pasti Katolik. Kawin dengan lelaki yang juga keturunan Italia bermarga Pelosi. Sejak itu namanyi jadi Nancy Pelosi. Jadi anggota Konggres (sebutan lain dari House of Representative) alias anggota DPR (istilah Indonesia) sejak 1987. Sejak itu terus terpilih jadi anggota DPR setiap 2 tahun selama 18 kali. Sudah hampir 36 tahun jadi anggota Kongress. Dari umur 47 tahun (lahir 1940) sampai umur 82 tahun kini. Lebih tua dua tahun dari Joseph Biden sang Presiden yang juga Katolik (Presiden USA beragama Katolik yang kedua setelah John F Kennedy, baik Biden dan Kennedy sama-sama keturunan Irlandia juga). Biden dan Pelosi sama-sama pendukung aborsi (pro-choice), pendukung nikah sesama jenis (same sex marriage), pendukung LGBT. Tak aneh bila petinggi Katolik Roma menentang dan mengkritik mereka berdua karena tak sejalan dengan ajaran / policy Roma. Tapi Pelosi termasuk Rangkayo (orang kaya). Masuk top ten anggota Konggres terkaya dengan kekayaan lebih dari 100 juta USD. Kebalikan dengan Biden yang termasuk Presiden USA termiskin dengan kekayaan kurang dari 10 juta USD. Jelas Presiden yang rang-kere kalah aura sama House Leader yang rang-kayo. Biden sendiri berusaha mencegah Pelosi ke Taiwan. Pelosi sudah hampir 20 tahun jadi Leader Partai Demokrat di Konggres baik sebagai majority leader alias Speaker (juru bicara Kongress) ketika Demokrat menguasai Konggres maupun sebagai minority leader ketika Partai Republik menguasai Konggres. Belakangan baik Biden maupun Pelosi sama-sama tak populer di mata konstituen Demokrat. Suara menentang Pelosi sebagai Leader Demokrat ke-10 kali mulai bergaung sangat keras. Nancy Pelosi yang tetap ingin berkuasa sebagai Leader Demokrat ingin menaikkan popularitasnyi kembali dengan mengunjungi Taiwan. Tak peduli Biden merayunyi untuk membatalkan rencana ekstrem itu. Orang kaya mah bebas! Mau berbuat apa saja bisa. Apa daya sang Presiden yang rang-melarat. Wkwkwk.
