Warga Dago Elos Didera Putusan PK

Warga Dago Elos dan sejumlah awak media menghadiri diskusi dalam konferensi pers Dago Melawan di Balai RW Dago Elos, Kota Bandung pada Selasa (14/6). (Deni/Jabar Ekspres)
Warga Dago Elos dan sejumlah awak media menghadiri diskusi dalam konferensi pers Dago Melawan di Balai RW Dago Elos, Kota Bandung pada Selasa (14/6). (Deni/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Jadi, kami ingin tahu silsilah waris dan sebagainya. Yakni dalam kelompok penggugat. Dan surat-surat keabsahannya, seperti apa?” ujar Ema.

Terlebih, lanjutnya, pemkot sampai saat ini belum melihat berkas yang dimaksud. Perihal berkas Eigondom Verponding atau surat pertanahan zaman Hindia Belanda, yang menjadi dalih kuat dari ahli waris Muller untuk mengklaim lahan Dago Elos.

“Misalnya apakah surat segel atau surat verpondding? jangan copy-an, harus yang asli,” tandas Ema.

Baca Juga:Pesan Ridwan Kamil pada Sungai Aare: Aku Titipkan Jasad Anak Kami KepadamuDihadiri Masyarakat Umum dan Berbagai Komunitas, JQR Gelar Doa Bersama di Saparua untuk Keselamatan Emmeril

Disamping itu, warga Dago Elos yang mengandalkan terminal tersebut sebagai tempat matapencaharian. Merasa gusar dan khawatir apabila sewaktu-waktu pihak penggugat menang, alih-alih bersantai layaknya pemerintah.

Seperti yang dirasakan sopir angkot jurusan Dago – Stasiun, Karso, 63, mengaku cemas apabila hal itu benar-benar terjadi. “Resah, ingin dapat bantuan pemerintah. Dipertahankan ini terminal, jangan sampai hilang,” ucapnya ketika ditemui di Terminal Dago, Kota Bandung, Rabu (29/6).

Kendati memang harus angkat kaki, Karso mengungkapkan, akan menerima dengan lapang dada. Namun dengan sejumlah pertimbangan yang tidak merugikan.

“Asal dikasih pengganti yang sesuai, jangan asal-asalan. Kan, sekarang, segala mahal,” ungkapnya.

Bersamaan, seorang tukang bengkel, Dahlan, 70, mengatakan bahwa semenjak terjadi konflik lahan di Dago Elos, pemerintah belum pernah memperlihatkan batang hidungnya.

“Pemerintah belum hadir. Padahal, kan, sama. Warga besar maupun kecil harus dilindungi,” ucapnya. “Pokoknya, pemerintah itu harus hadir. Jangan sampai ada ricuh. Ada permasalahan yang tidak diharapkan, lah,” tandas Dahlan.

Bergerak dalam Forum Dago Melawan

Putusan PK yang menjadi petaka bersama warga Dago Elos dan Cirapuhan, membuat mereka menyatukan kekuatan. Dalam satu gerakan: Forum Dago Melawan.

Baca Juga:Kereta Cepat Jakarta-Bandung Setor Rp5,83 Triliun ke Penerimaan NegaraMengintip Proses Pengerjaan dan Teknologi Pemasangan Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Dibuka dengan konferensi Konferensi Pers #DAGOMELAWAN di Balai RW Dago Elos, Kota Bandung, Selasa (14/6), lalu aksi mereka menggeruduk BPN Kota Bandung sebanyak dua kali, pada Senin (20/6) dan Senin (4/7).

Sampai pada akhirnya, aksi mereka yang disorot banyak pihak. Warga Dago Elos menerobos Balai Kota Bandung dan berunjuk rasa di depan ruang kerja wali kota, terjadi seusai menggeruduk BPN Provinsi Jabar, Senin (4/7).

0 Komentar