Penerapan Beli BBM Subsidi Pakai Aplikasi MyPertamina, Masyarakat Nilai Kurang Efektif

Editor:

Sementara itu di tempat berbeda hal senada diungkapkan pengendara motor usai membeli BBM jenis Pertalite di Jalan Raya Cicalengka, Agung Taruna (38).

Pria bertubuh tegap warga Desa Cicalengka Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung itu berujar, penerapan aturan uji coba pembelian BBM bersubsidi menggunakan aplikasi MyPertamina dinilai menyusahkan masyarakat kalangan menengah.

“Gak semua punya hp (gawai), kalaupun punya belum tentu support (perangkat gawainya mendukung) atau enggak ada kuota karena internetnya cuma pakai WiFi di rumah,” ucap Agung kepada Jabar Ekspres.

Menurutnya, di samping mempersulit dalam proses pembelian BBM bersubsidi, penerapan aturan menggunakan aplikasi MyPertamina hanya akan menimbulkan kemacetan di SPBU.

“Gak akan efektif, apalagi kalau kebetulan enggak bawa hp bisa susah juga. Bakal macet panjang kalau semua ke SPBU harus pakai aplikasi (MyPertamina) karena enggak sesimpel pakai uang cash,” imbuhnya.

“Kalau memang harus pakai aplikasi, saran saya harusnya ditentukan hanya untuk kalangan menengah atas saja. Misal kalau motor untuk cc 250 ke atas dan mobil di cc 1.500 ke atas. Di bawah itu enggak usah pakai aplikasi (MyPertamina),” tambah Agung.

Dalam pemaparannya, Agung memprediksi, jika aturan baru tersebut benar-benar diterapkan alias bukan lagi uji coba, maka konsumen khususnya pengendara roda dua akan beralih tidak membeli BBM ke SPBU Pertamina.

“Mending beli (BBM) ke Pertamini aja, atau penjual eceran. Biarin harga lebih mahal Rp1 ribu (rupiah) misalkan, tapi lebih cepat dan gak ribet,” pungkasnya.

“Daripada harus ke (SPBU) Pertamina, udah makan waktu karena pasti lambat dan ngantre, terus ribet juga (proses) pembeliannya,” tutup Agung.*** (Bas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *