Kepala Desa Mesum, Bukannya Jadi Panutan Malah Tergoda Warganya yang Masih Gadis 17 Tahun Hingga Diperkosa 

Mendapat laporan tersebut, Mapolres OKU Selatan melalui PPA Polres OKU Selatan bersama Polsek Buay Pemaca langsung melakukan identifikasi. Termasuk melakukan penjemputan, dan interogasi tersangka.

“Hasilnya betul, dan tersangka juga telah mengakui seluruh perbuatannya,” ungkap Kapolres OKU Selatan AKBP Indra Arya Yudha.

Untuk perbuatan tersangka Kapolres juga menjelaskan jika Oknum Kades ini terbukti masuk tidak pidana. Pasal 81 ayat (1( dan ayat (2) UU no 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak jo pasal 76 d UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak. Ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara.

“Ini juga jadi keprihatinan kita, seluruh jajaran Polres OKU Selatan. Dimana segala sesuatu sudah ada larangan yang melingkupi kita dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kita harap kejadian ini tidak terulang lagi kedepan,” ungkap Kapolres sabagaimana yang dikutip dari harianokuselatan.disway.id.

Sementara itu Kepala Dinas PP, KB, PP dan PA Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Nova Susanti menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi terkait kasus tersebut.

“Kami akan mengecek kelapangan, walaupun korban ingin meminta pendampingan akan kami dampingi, jika mengalami depresi akan kami hadirkan psikolog dari provinsi, yang pastinya kami hanya pendampingan terhadap korban,” tandasnya. (rt/dis/rit)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.