Biaya Penanganan Sampah di Cimahi Tak Ideal, Ngatiyana Minta Ada Penyesuaian Anggaran Minimal 3% dari APBD

’’Untuk sekarang operasional pengelolaan sampah hanya sebatas penanganan kumpul angkut buang. Sementara biaya pengurangan sampah dan penanganan sampah dari hulu ke hilir sangatlah mahal,’’ tuturnya.

Dia menyebutkan, masalah lain yang muncul dalam upaya pengelolaan sampah adalah masalah sosial kultural. Dimana sejauh ini masyarakat kurang peduli dalam urusan sampah.

’’Saya menyayangkan sekali sikap masyarakat hingga sekarang ada yang masih belum peduli pada pengelolaan sampah,’’ katanya.

Dia pun berharap Program Pengembangan AWAS SIKOMA dapat mengatasi permasalahan sampah di Kota Cimahi dan bisa mendorong perubahan perilaku masyarakat serta bisa membangun peradaban dalam pengelolaan sampah.

’’Dasar dari penerapan ekonomi sirkular ini adalah pemanfaatan kembali barang atau produk yang tidak terpakai untuk digunakan kembali sebagai modal untuk meningkatkan keuntungan ekonomi,’’ ujarnya.

Dia juga yakin pengembangan program Awas Sikoma dapat mengatasi permasalahan sampah. Meski diakuinya, jika merubah prilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah membutuhkan waktu yang cukup lama.

’’Saya yakin akan ada perubahan perilaku, sehingga nantinya dari urusan sampah ini pelan-pelan akan banyak timbul jenis usaha dan wirausahawan baru,” tandasnya.(ziz)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.