Jabarekspres.com – Masih tidak terima dengan perilaku Singapura terhadapnya, Ustaz Abdul Somad (UAS) memposting di akun Instagramnya @ustadzabdulsomad_official seperti menyindir Singapura.
Ustaz Abdul Somad memposting sebuah kartun yang mengilustrasikan adanya patung merlion atau singa laut dengan raut wajah ‘bahagia’.
Selain itu ada empat ‘mafia’ yang digambarkan sebagai hewan tikus sedang melarikan sekumpulan uang.
Baca Juga:Siapa Yolla Yuliana, Hingga Media Vietnam Terpikat dan Jadikan Sosok ini Sebagai IdolaAntisipasi Penyebaran PMK, Kota Bandung Terapkan Lockdown Hewan
Kemudian dalam ilustrasi itu ada sesosok ustaz yang di gambarkan sebagai Ustaz Abdul Somad.
UAS seakan memanjatkan doa di depan Patung Merlion, tetapi wajah dari patung itu seketika murka.
Melihat kedatangan UAS, wajah patung Merlion langsung berubah menjadi marah dan seolah tak menginginkan kehadiran dari sang ustaz.
“Kena ruqyah,” tulis UAS di kolom caption postingan tersebut, Kamis (19/5).
Sebelumnya UAS juga sudah merasa heran dengan sikap dan perilaku yang diberikan Singapura terhadap dirinya.
Padahal, UAS menganggap dirinya sama sekali tidak pernah menonton kajian dari agama lain hanya sekadar untuk mencari kesalahan.
Bahkan ia pun tidak menuntut dan juga tersinggung mendapat sebutan aneh dari agama lainnya.
“Kita juga enggak rese nyari-nyari (kesalahan agama lain),” ucap UAS, dikutip dari kanal YouTube Refly Harun pada Rabu (18/5).
Baca Juga:Bocah 14 Tahun Yang Ditemukan Gantung Diri di Jembatan Tol Japek, Ternyata Korban PembunuhanMengaku Hamil 5 Bulan, Dea OnlyFans Enggan Ungkap Siapa Ayah Janinnya
UAS juga memberi sindiran halus kepada pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Singapura yang terus mempermasalahkan ceramahnya.
Dia mengira-ngira, apakah sebenarnya Kemlu Singapura secara rutin mengikuti pengajian dan kajian yang ia berikan.
Hal itu lantaran Kemlu Singapura sampai tidak memberikannya akses masuk ke negara berjuluk Kota Singa tersebut.
“Kementerian Luar Negeri Singapura apa serajin itu mereka mengikuti pengajian saya? Dan kalau memang betul mereka rajin, apa paham pegawai-pegawai itu tentang kajian saya? Siapa yang sebenarnya menyampaikan poin-poin itu ke mereka? Jadi perlu kajian lebih mendalam,” pungkas UAS. (disway)
