Korea Utara Kekurangan Vaksin, Penderita COVID-19 Hanya Diberi Obat Penghilang Sakit dan Air Garam

Covid-19 di Korea Utara Melonjak, Kim Jong Un Beri Komando Khusus
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengenakan masker di tengah wabah Covid-19 saat memeriksa apotek di Pyongyang. Foto dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara pada 15 Mei 2022. (KCNA via Reuters )
0 Komentar

Organisasi Kesehatan Dunia telah mengirimkan beberapa peralatan kesehatan dan persediaan lainnya ke Korut, tetapi belum mengatakan rincian obatnya. Negara tetangga China dan Korea Selatan juga menawarkan untuk mengirim bantuan jika Pyongyang meminta.

Meskipun tidak mengklaim bahwa antibiotik dan pengobatan rumahan akan menghilangkan COVID, Korut memiliki sejarah panjang dalam mengembangkan pengobatan yang belum terbukti secara ilmiah, termasuk suntikan yang terbuat dari ginseng yang ditanam dalam unsur tanah jarang yang diklaim dapat menyembuhkan segala penyakit mulai dari AIDS hingga impotensi.

Beberapa berasal dari obat-obatan tradisional, sementara yang lain telah dikembangkan untuk mengimbangi kekurangan obat-obatan modern atau sebagai ekspor “buatan Korea Utara”.

Baca Juga:Ekosistem Digital Kuat, Penyaluran KUR BRI Tembus Rp88,99 TriliunWarga yang Hilang di Majalengka Diduga Tenggelam, Warga Temukan Benda ini Sebagai Bukti

Meskipun sejumlah besar dokter terlatih dan pengalaman memobilisasi untuk keadaan darurat kesehatan, sistem medis Korut sangat kekurangan sumber daya, kata para ahli.

Dalam sebuah laporan bulan Maret, seorang penyelidik hak asasi manusia independen Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan dia terganggu oleh “kurangnya investasi dalam infrastruktur, tenaga medis, peralatan dan obat-obatan, pasokan listrik yang tidak teratur, serta fasilitas air dan sanitasi yang tidak memadai”.

Kim Myeong-Hee (40) yang meninggalkan Korut ke Korsel pada 2003, mengatakan kekurangan seperti itu membuat banyak warga Utara bergantung pada pengobatan rumahan.

“Bahkan kalau kita ke rumah sakit, sebenarnya tidak ada obat-obatan. Listrik juga tidak ada sehingga peralatan medis tidak bisa digunakan,” kata dia

Pengobatan rumahan terkadang gagal mencegah hilangnya nyawa selama epidemi pada 1990-an, tambah Kim.(fin/rit)

 

0 Komentar