Volume Kendaraan Melonjak pada H+1 Lebaran, Jalan Raya Bandung-Garut Macet Mengular

Daftar Titik Rawan Macet Saat Arus Mudik di Jawa Barat dan Jawa Tengah
Kepadatan arus lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Garut menuju arah Nagreg. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

CILEUNYI – Satu hari setelah Hari Raya Idul Fitri, arus lalu lintas di Jalan Raya Bandung-Garut alami peningkatan volume kendaraan.

Meningkatnya volume kendaraan di Jalan Raya Bandung-Garut mulai dari Gerbang Keluar Tol Cileunyi menuju arah Nagreg, Garut hingga Tasik.

Melalui pantauan Jabar Ekspres, bertambahnya jumlah kendaraan yang melakukan perjalanan, mengakibatkan kepadatan hingga ke arah Cibiru.

Baca Juga:Hepatitis Misterius pada Anak Harus Ditangani Serius, Termasuk Transplantasi HatiJalur Puncak Bogor Diprediksi Semakin Padat di Hari Kedua Lebaran 2022

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Cileunyi, Kompol Wahyo membenarkan, kepadatan arus lalu lintas terjadi pada Selasa (3/5).

“Benar, arus kendaraan di Jalan (Raya) Bandung-Garut dan Tasikmalaya atau di jalan arteri ini meningkat,” kata Wahyo.

Dia menerangkan, bertambahnya volume kendaraan mengakibatkan arus lalu lintas padat dan terjadi kemacetan cukup panjang.

“Peningkatan volume kendaraan H+1 Lebaran ini, terlihat di JalanRaya Bandung-Garut menuju arah Garut kendaraan padat merayap,” imbuhnya.

“Selain padat merayap menuju Garut, kendaraan yang keluar dari Gerbang Tol (GT) Cileunyi juga dari pagi terpantau mengalami meningkat,” lanjut Wahyo.

Dalam pantauan Jabar Ekspres, perjalanan menggunakan kendaraan sepeda motor di Jalan Raya Bandung-Garut, arus lalu lintas padat merayap.

Laju kendaraan menggunakan sepeda motor dari wilayah Desa Sayang, Jatinangor sampai daerah Parakanmuncang, Cimanggung, Kabupaten Sumedang memakan waktu sekiranya 2 jam lamanya.

Baca Juga:Dibuka Kembali saat Libur Lebaran, Alun-Alun Bandung Jadi Destinasi Wisatawan Luar Kota5 Tempat Wisata Bandung yang Cocok Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Sementara itu, salah seorang pemudik, Juhana (47), warga Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung mengaku, cukup jenuh melakukan perjalanan karena padatnya arus lalu lintas.

“Bayangkan, saya dari (Desa) Cinunuk sekitar jam 10.00 (WIB) mau ke Garut. Sekarang sudah jam 2 (14.00 WIB) siang baru mau nyampe Parakanmuncang,” ujar Juhana.

Dalam pantauan terlihat, arus lalu lintas tak hanya dipadati oleh kendaraan roda 2 dan 4, namun truk hingga bis antar kota turut memadati Jalan RayaBandung-Garut arah Nagreg, Garut dan Tasikmalaya. (mg5/wan)

0 Komentar