Tak Hanya Ikut Pulihkan Ekonomi dan Manjakan Pecinta Sneaker, BSS 3.0 Juga Coba Kembalikan Kultur Cibaduyut Sebagai Sentra Sepatu

Acara Bandung Sneaker Season (BSS) 3.0 di The Trans Luxury Hotel, Sabtu (23/4). (Foto: Nur Aziz/Jabar Ekspres)
Acara Bandung Sneaker Season (BSS) 3.0 di The Trans Luxury Hotel, Sabtu (23/4). (Foto: Nur Aziz/Jabar Ekspres)
0 Komentar

BANDUNG – Tak hanya memanjakan para pecinta sneakers dengan produk-produk sepatu berkualitas, gelaran Bandung Sneakers Season (BSS) 3.0 juga mencoba mengangkat kembali Cibaduyut sebagai tempat pembuatan sepatu, yang dulu sempat terkenal ke daerah-daerah lain di luar Bandung.

Bahkan untuk mempertahankan kultur Cibaduyut yang terkenal sebagi sentra sepatu, BSS pun berkolaborasi membuat video dengan melibatkan Blogger Sneaker, Isser James sebagai director video teaser untuk memvisualisasikan Cibaduyut sebegai daerah industry kreatif lokal yang kini hampir tenggelam bahkan dipandang sebelah mata.

Isser mengungkapkan, saat awal ke Cibaduyut, dirinya melihat jika di sentra sepatu itu bukan hanya berjualan produk saja. Namun tak sedikit dari pengrajin sepatu yang ada menjadi bengkel untuk brand lainnya.

Baca Juga:Rekomendasi Film Komedi Terbaik Dari Netflix yang Siap Mengocok Perut!Tips Gunakan Mobil Pribadi saat Mudik Lebaran 2022

”Memang ada kekurangan dari mereka, yaitu tidak tahu cara menjual produk,” terangnya disela acara di The Trans Luxury Hotel, Sabtu (23/4).

Oleh karena itu, dia mengaku kolaborasi yang dilakukan sebagai bentuk marketing serta sebagai salah satu cara belajar bersama mengenai perkembangan sejarah sepatu.
Sementara itu, Perwakilan Maks Promotor acara Aga Wirasembada mengakui jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, untuk tahun ini pihaknya hanya menargetkan pengunjug sebanyak 15.000 yang datang dalam tiga hari acara.

”Kita hanya taregetka 15.000 dengan asumsi 5.000 orang per hari. Tapi dalam kenyataanya untuk hari pertama hanya 2000 saja yang datang. Untuk hari ini diprediksi dua kali lipat di angka 5.000,” sebutnya.

Menurut dia, target tersebut telah disesuaikan dengan daya tampung dan penerapan protokol Covid-19. Walaupun, diakuinya, secara jumlah sangat jauh jika dibandingkan dengan pengunjung 2019 yang mencapai 25.000 orang.

Kendati demikian, masih tampak ribuan pengunjung yang datang, memadati 70 tenants Sneakers dan Apparel, Brand Lokal, Brand Internasional. Sementara beberapa komunitas yang terlibat di antaranya Komunitas Scooter, Custom Motorbike, Motor Classic, Skate, BMX, Quad, Inline, Hip Hop, Mural, Tamiya, Sneakers dan lainnya.

0 Komentar