“Kami dari penjara memang sudah begini keadaannya, sakit. Dalam keadaan sakit kita jadi imam, dalam keadaan sakit kita khutbah, dalam keadaan sakit kita jadi penceramah di dalam penjara,” sambungnya.
Kendati demikian, Yahya mengaku tetap merasa kuat dan tidak cengeng.
“Gak ada, gak pernah melemahkan kami. Tetap maju dalam menegakkan syiar Islam,” tandas Yahya. (pojoksatu-red)
