oleh

PA 212 Tanggapi Kasus Pembuangan Sesajen di Gunung Semeru

JAKARTA – Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengomentari kasus pembuangan sesajen, di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur.

Novel menyebut sesajen jika dikaitkan dengan Islam, maka sudah jelas sebuah kemusyrikan dan membahayakan akidah.

“Ini menjurus kepada pembatalan Islam, baik secara individu maupun kelompok, dengan begitu kewajiban umat Islam untuk membasmi kemusyrikan,” kata Novel saat dikonfirmasi, Sabtu (15/1).

Meski tak menuduh pemilik sesajen adalah penganut agama Islam, Novel menduga yang meletakan sesajen adalah penganut agama baru dan bukan agama resmi di Indonesia.

Baca Juga:  Bupati Desak Pelaku Pembuangan Sesajen Sampaikan Klarifikasi

Pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu khawatir kejadian tersebut akan membuat gaduh para penganut agama lain yang ada di Indonesia.

“Akan banyak bermunculan agama dengan semaunya maka harus juga dilarang,” sebut Novel.

Terkait penangkapan yang dilakukan polisi terhadap pelaku, Novel menyebut hal itu sebagai sebuah kekeliruan. Sebab, pelaku pembuangan sesajen itu tak bisa ditangkap. Dia tidak setuju mengenai penangkapan pembuang sesajen di gunung semeru.

Baca Juga:  Quraish Shihab Jelaskan Hukum Merusak Sesajen: Jangan Memaki

“Polisi tidak bisa menangkap orang yang diduga membersihkan sesajen, justru seharusnya polisi menertibkan sesajen itu,” kata Novel.

Sebelumnya, Tim Gabungan Polda Jatim dan Polda DIY menangkap HF pada Kamis (13/1) malam di Kabupaten Bantul.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga