“Kendati demikian, penurunan dari sisi indeks harga tidak terjadi untuk indeks suplai yang justru meningkat tajam. Pada Q3 2021 indeks suplai rumah mengalami kenaikan sebesar 23,5 persen secara kuartalan dibandingkan Q2 2021. Bahkan yang lebih menarik adalah indeks suplai rumah di Bandung Barat berhasil meningkat sebanyak 111,2 persen secara tahunan,” terang Marine.
Data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) tersebut memiliki akurasi yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 600.000 listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.
Sementara jika ditinjau dengan skala lebih luas, berdasarkan data Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI), pada Q3 2021, indeks harga rumah di Bandung meningkat sebanyak 1,4 persen secara kuartalan. Sedangkan secara tahunan, indeks harga rumah di Bandung naik sebesar 4,3 persen (year-on-year) pada Q3 2021.
Baca Juga:Buka Kargo Motor Ducati Tanpa Izin, Begini Nasib Oknum Pegawai Sirkuit MandalikaPergeseran Tanah di Makam TPU Cikutra, Pemkot Bandung Akan Segera Evaluasi
RIPMI juga mengamati pergerakan indeks suplai rumah di Bandung dalam satu periode terakhir. Tercatat, pada Q3 2021, indeks suplai rumah meningkat signifikan sebanyak 13,6 persen (quarter-to-quarter) dibandingkan Q2 2021.
Peningkatan indeks suplai pun tak hanya terjadi secara kuartalan, namun juga secara tahunan. Bahkan peningkatan indeks suplai rumah di Bandung secara tahunan sangat tajam, yakni mencapai 65,6 persen (year-on-year) di Q3 2021.
Marine menambahkan bahwa adanya kenaikan indeks suplai rumah di wilayah Bandung secara umum dan Bandung Barat secara khusus mengindikasikan bahwa terjadi pemulihan tren properti. Selain itu indeks suplai rumah yang meningkat tajam tentunya juga mengindikasikan bahwa demand atau permintaan pasar mulai menguat.
Kondisi ini sejalan dengan membaiknya pandemi Covid-19 di Indonesia, khususnya pada area Jawa – Bali. Selain itu kepercayaan diri pengembang untuk menghadirkan produk rumah tapak ke pasar juga dilatarbelakangi oleh persentase vaksinasi yang terus menguat dimana sampai dengan minggu pertama November 2021, penyuntikan vaksin Covid-19 telah mencapai lebih dari 200 juta suntikan.
Menurut Marine, wilayah Bandung Barat saat ini menjadi area yang prospektif bagi para pencari hunian. Apalagi lokasinya sangat strategis dan terkoneksi dengan akses Tol Purbaleunyi dan Tol Cipularang maupun Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dijadwalkan untuk selesai akhir tahun 2022 mendatang. Dengan indeks harga yang trennya belum mengalami kenaikan sementara indeks suplai sedang naik tajam merupakan kesempatan yang bagus bagi pencari hunian yang membutuhkan dan sudah siap untuk melakukan pembelian, atau bagi investor yang akan menambah portofolio investasinya.
