Kasus Penganiayaan Anjing Canon di Aceh Harus Jadi Pelajaran
Haris pun mengaku khawatir, kejadian ini muncul karena para pemangku jabatan malas untuk menambah literasi.
Dia mengungkapkan, kemalasan para pejabat daerah untuk menyusun aturan tentang perilaku, ketidakpahaman pejabat dan orang-orang di sana seolah membenarkan perilaku tindakan kejam terhadap anjing.
“Turki itu contoh aja, banyak tempat yang sudah mencontohkan hal yang baik. Lihat saja Eropa Utara, walaupun bukan negara syariah, bukan negara Islam, tapi dari berbagai survei mereka itu disebut negara paling Islam yang senantiasa menegakkan nilai-nilai Islam. Ya, tidak ada yang seperti masyarakat kita dengan cerita buruk tentang anjing,” ungkap Haris.
Baca Juga:Ade Armando Blak-blakan Mengaku Seorang Muslim yang Tidak Percaya Syariat IslamAntonio Conte Dikabarkan Bersedia Latih MU dengan Bayaran Rp197 Miliar per Musim
Haris berujar, kematian Canon adalah tamparan bagi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Karena tidak menunjukkan sikap humanis kepada sesama makhluk hidup.
“Kejadian ini, tamparan telak buat menteri. Ternyata gembar-gembor pengembangan pariwisata. Tapi pariwisatanya tidak humanis dan tidak kenal hak asasi hewan,” ucap Haris.
“Hasil riset hakasasi.id menyebutkan di banyak tempat lokasi pariwisata unggulan di Indonesia ternyata sangat tidak bersahabat dengan lingkungan termasuk hewan. Saya menganggap Menteri pariwisata hanya berpikir tentang uang sehingga hal-hal seperti ini tentu terlewatkan. Sudah banyak lokasi pariwisata di Indonesia yang ternyata merusak lingkungan dan tidak ramah pada hewan. Kasus di Singkil ini salah satu contohnya,” imbuhnya.
Terkait adanya protes turis asing yang memboikot wisata halal setelah kematian Canon, Haris menyebut protes tersebut bukan pada anjingnya, tapi lebih kepada karakter aparatur negara di wilayah tersebut dan mereka kekhawatiran soal itu.
“Itu dia, Menteri Pariwisata lupa bahwa turis asing sangat menghargai hak hidup hewan, jadi jika hal tersebut akan berbuah penolakan dari luar negeri, ya solusinya harus segera dilakukan pembenahan,” pungkasnya. (jawapos)
