Kolaborasi dengan Pemkot Bandung, Ngatiyana Ingin Masalah Banjir di Batas Kota Tuntas

Plt. Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat mengunjungi acara Pencanangan dan Rakor Kesatuan Gerak (KESRAK) di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, beberapa waktu lalu. (Intan Aida/Jabar Ekspres)
Plt. Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat mengunjungi acara Pencanangan dan Rakor Kesatuan Gerak (KESRAK) di Aula Gedung A Pemkot Cimahi, beberapa waktu lalu. (Intan Aida/Jabar Ekspres)
0 Komentar

CIMAHI – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi dengan Pemkot Bandung menggelar penandatanganan MoU terkait pengembangan potensi daerah dan pelayanan publik yakni berkenaan dengan penanganan banjir.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengatakan, dilakukannya MoU pengentasan masalah banjir dengan pihak Pemkot Bandung sudah dilaksanakan pada Senin (4/10) di Pendopo Kota Bandung.

“Salah satu kesepakatannya adalah membenahi banjir di sekitar wilayah Cimindi yang merupakan lintas batas dengan Kota Bandung,” ujar Ngatiyana ditemui saat peninjauan dan peresmian rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kelurahan Melong, Cimahi Selatan, Senin (4/10).

Baca Juga:Resmi Dilantik, Ketua dan Wakil Ketua Baznas Kota Cimahi Periode 2021-2026Sambut Liga 2, Semen Padang Resmi Boyong 27 Pemain

Sebelumnya, wilayah Kota Cimahi selalu dilanda banjir saat musim hujan datang. Kawasan paling banyak terdampak banjir biasanya dilakukan pada wilayah Kecamatan Cimahi Selatan.

Menurutnya, dalam pembenahan ini, Pemkot Cimahi sudah membebaskan 29 titik bangunan warga di wilayah Cigugur untuk pelebaran jalan.

Kawasan ini berkontribusi besar terhadap banjir di Cilember.

Dia menegaskan, untuk memastikan aliran air sampai ke Citarum, dan Ngatiyana pun akan menemui Bupati Bandung untuk membicarakan soal teknis penanganan aliran air. (mg3)

0 Komentar