Budidaya Kopi Dapat Tingkatkan Perekonomian

Salah Seorang Petani Kopi Gunung Puntang, Gani saat melakukan penjemuran kopi.
Salah Seorang Petani Kopi Gunung Puntang, Gani saat melakukan penjemuran kopi.
0 Komentar

“Kita mengimbau kepada petani kopi agar tetap disiplin dalam budidaya pasca panen maupun pengolahan hasil, karena kopi itu tidak bisa dibohongi, kalau misalnya ada kecurangan nanti akan ketahuan, dan itu merugikan, karena mengembalikan kepercayaan itu susah,” paparnya.

Sementara itu, Salah seorang petani kopi Gunung Puntang, Gani mengatakan, di masa pandemi, para petani harus tetap bersemangat dan yang dilakukan tetap produktif, kreatif, inovatif, konsisten serta continue.

“Di hari kopi sedunia ini semoga para petani kopi bisa sejahtera, dan lebih makmur, dan dapat apresiasi dari penikmat kopi atau penggiat kopi, sehingga harganya ada perubahan jauh lebih baik, dan perekonomian para petani bisa meningkat,” kata Gani yang merupakan owner Kopi Aing.

Baca Juga:Peneliti Temukan Kandungan Paracetamol di Teluk Jakarta, Pemprov DKI Akan DalamiRumah Sekaligus Konveksi di Jatinangor Sumedang Habis Dilahap Api, Kerugian Capai Ratusan Juta

Gani pun mengungkapkan, selama pandemi Covid-19, penjualan ke luar negeri berhenti, beberapa PO pun yang biasanya kirim ke Singapura, Swiss dan Italia pun tidak ada sejak awal pandemi, karena banyaknya aturan-aturan yang akhirnya cost penjualan jadi naik, seperti harus adanya dokumen pengiriman barang yang disertakan tidak terkontaminasi virus Corona.

“Kita hanya menjual kopi didalam Negeri saja dan membuka warung kopi di tiga wilayah, yakni Kabupaten Bandung, Kota Bandung dan Subang. Namun, semenjak PPKM ada kendala penjualan, seperti pembatasan konsumsi belanja langsung dan jam operasional yang pendek. Mudah-mudahan pandemi cepat selesai agar perekonomian kembali stabil,” tandasnya. (yul)

0 Komentar