Selatan Cimahi Berdiri di Atas Sedimen Lebih Lunak

Selatan Cimahi Berdiri di Atas Sedimen Lebih Lunak
SELATAN: Pemukiman Kota Cimahi dilihat dari Gunung Gajah Langu, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.
0 Komentar

“Tpi menariknya upaya monitoring seperti benar engga turunnya berapa centimeter itu belum ada sampai sekarang. Analoginya kan medical checkup dulu, baru diagnosa, dan harus bagaimana, sampai sekarang tidak ada,” tukas Heri.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi M Nur Kuswandana menyebut eksploitasi air tanah memang bakal berdampak pada terjadinya penurunan tanah atau land subsidence.

“Cuma land subsidence di Cimahi sepertinya tidak terlalu berpengaruh. Hanya memang dampaknya itu lebih pada terjadinya kekeringan,” kata Nur.

Baca Juga:Distribusi Kue Manco dan Kampung Hijab Warga Margaasih, Sekdes: Sampai Keluar JabarDitunda, Pilkades di Kabupaten Bandung Barat

Nur mengakui jika eksploitasi air dalam di Cimahi banyak dilakukan oleh sektor industri ketimbang rumah tangga. “Kalau saya lihat eksploitasi air dalam di Cimahi itu oleh industri. Nah ini dampaknya kekeringan. Meskipun kami sebenarnya yang kami lakukan itu untuk kebutuhan penduduk, bukan untuk industri,” ujar Nur.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Cimahi, Rezza Rivalsyah Harahap mengimbau masyarakat yang berada di wilayah ancaman penurunan tanah untuk tetap waspada.

“Mitigasinya untuk masyarakat selalu tetap waspada karena kodinsya dari kejadian yang terjadi gak merusak skala besar. Kalau kerusakan misalnya kusen jadi tersendat, lantai belah tapi belum ke titik membayahakan warga,” katanya. (fey)

0 Komentar