Gunung Merapi Muntahkan Awan Panas Berguguran dengan Jarak 2 Km

Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran enam kali pada Kamis (5/8). (ANTARA/HO/twitter BPPTKG)
Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan awan panas guguran enam kali pada Kamis (5/8). (ANTARA/HO/twitter BPPTKG)
0 Komentar

YOGYAKARTA – Gunung Merapi di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah yang berstatus level III atau siaga, kembali meluncurkan awan panas guguran enam kali dengan jarak luncur maksimum sejauh 2.000 meter (2 km) ke arah barat daya pada Kamis (5/8).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Kamis, menyebutkan, awan panas guguran dari Gunung Merapi pertama terjadi pada pukul 04.49 WIB dengan jarak luncur lebih kurang 1.000 meter ke arah barat daya.

“Awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 20 mm dan durasi 99 detik,” kata dia.

Baca Juga:Selama Penerapan PPKM Sudah Ada 3.434 Pelaku Tipiring dengan Perolehan Denda Rp 2.5 MKakanwilkumham Jabar, Dorong Percepatan Perekaman e-KTP Warga Binaan untuk Syarat Vaksin

Awan panas guguran kembali terpantau pada pukul 08.05 WIB dengan jarak luncur 2.000 meter ke arah barat daya, amplitudo maksimum 30 meter, serta durasi 188 detik.

Pada pukul 08.27 WIB, awan panas guguran ketiga meluncur dengan jarak kurang lebih 2.000 meter ke arah barat daya memiliki amplitudo 18 mm dan durasi 184 detik.

Awan panas guguran keempat terjadi pada pukul 08.45 WIB dengan jarak luncur 1.800 meter. Tercatat di seismogram dengan amplitudo 19 mm dan durasi 140 detik.

Berikutnya, awan panas guguran kelima meluncur pada pukul 09.14 WIB yang tercatat dengan amplitudo 13 mm dan durasi 100 detik. Jarak luncur teramati sejauh 1.200 meter ke arah barat daya.

Kemudian keenam pada pukul 09.22 WIB yang tercatat di seismogram dengan amplitudo 14 mm dan durasi 102 detik, dan jarak luncur 1.200 meter.

Pada periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB, guguran lava pijar juga teramati lima kali meluncur dari Gunung Merapi dengan jarak maksimum 1.000-2.000 meter ke arah barat daya.

Gunung api aktif itu juga tercatat mengalami satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 20 mm selama 99 detik, 43 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-17 mm selama 10-134 detik, 134 kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3-24 mm selama 3-7 detik.

Baca Juga:Selama Pandemi Banyak Pengusaha yang Mengabaikan Hak dan Kewajiban Para BuruhPaguyuban Ormas Jabar Bantah Gan Bonddille Melakukan Percobaan Bunuh Diri

Berikutnya, satu kali gempa hembusan dengan amplitudo 5 mm selama 15 detik, serta 37 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 16-75 mm selama 5-22 detik.

Hingga saat ini, BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level III atau siaga.

0 Komentar