JAKARTA – Staf Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengeklaim tidak ada stok vaksin Covid-19 yang dibuang.
Hal itu diungkap Arya menepis sejumlah pemberitaan yang menyebutkan adanya pembuangan stok vaksin Covid-19.
“Jadi, jika ada pemberitaan yang menyebutkan stok vaksin dibuang, itu tidak benar. Stok vaksin covid-19 yang ada saat ini membuktikan pasokan vaksin Covid-19 di Indonesia dalam kondisi aman,” kata Arya Sinulingga dalam siaran pers, Sabtu, (31/7).
Baca Juga:Muhammad Zohri Harus Terhenti Dibabak Utama 100 Meter Atletletik Olimpiade TokyoKisah Penjual Agar-agar dari Garut Dapat Donasi Rp 108 Juta
Berikutnya, sebanyak 45 juta dosis vaksin Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer akan didatangkan pada Agustus 2021.
“Dengan rencana dan stok yang sudah diamankan, Indonesia bisa memastikan pelaksanaan vaksinasi di Agustus aman dan bisa ditingkatkan untuk memenuhi target,” ujar Arya.
Dia menambahkan PT Bio Farma juga telah mendistribusikan 80 juta lebih dosis vaksin jadi ke 34 provinsi di Indonesia.
Jumlah vaksin covid-19 yang bakal diproduksi Bio Farma mencapai 117,3 juta dosis vaksin jadi.
“Jumlah tersebut akan digunakan untuk percepatan vaksinasi yang ditingkatkan di bulan Agustus nanti,” ucap Arya.
Eks politikus Perindo itu menambahkan bahwa Indonesia menargetkan 208,2 juta penduduk menerima vaksin covid-19.
Naik dari target sebelumnya yang berjumlah 181,5 juta warga. Penambahan target itu karena anak usia 12 sampai 17 tahun menjadi klaster sasaran vaksinasi.
Kebijakan tersebut diharapkan mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok. (tan/jpnn.com)
