Pandemi, Stok Gas Elpiji 3 Kg di Kota Cimahi Aman

Erick Tohir Beberkan Penyebab Harga LPG Naik
Aktivitas petugas di SPPBE (Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji ) milik Pertamina, melakukan pengisian Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke tabung 3 kilogram (Kg). (Foto Pertamina)
0 Komentar

CIMAHI – Satu tahun lebih selama pandemi Covid-19 menghajar, daya beli masyarakat pada gas elpiji 3 kg di Kota Cimahi cenderung berkurang.

Kepala Dinas Perdagangan UMKM Koperasi dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi, Dadan Darmawan mengatakan, berdasarkan informasi dari Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Cimahi, stok gas elpiji 3 kg masih banyak dan tidak habis penjual.

“Jadi ada stok terus tiap harinya. Jadi penjualannya agak menurun, menurut kondisi di lapangannya seperti itu,” ujar Dadan saat dihubungi, Kamis (1/7).

Baca Juga:Tenaga Medis Sakit, Vaksinasi di Desa Waluya Bandung DitundaRibuan Karyawan Hotel di KBB Kena Dampak Buka-Tutup Wisata

Kalau di agen sama pangkalan habis, tapi agak lambat perputarannya,” tambahnya.

Menurutnya, melimpahnya stok elpiji tersebut karena memungkinkan pada usaha mikro yang daya belinya tengah menurun.

Adapun kuota gas elpiji ukuran 3 kg di Kota Cimahi ini tercatat ada sebanyak 6.530.004 tabung atau per bulannya mencapai yakni 544.167 tabung.

Dalam Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Permen ESDM) Nomor 21 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga Elpiji Tabung 3 Kilogram, gas bersubsidi itu disalurkan Pertamina melalui agen dan pangkalan.

“Berdasarkan laporan Hiswana Migas, sejauh ini penyalurannya lancar Alhamdulilah. Tiap agen Cimahi di pengisian SPBE tidak ada yang outstanding,” katanya.

“Outstanding itu ngga bisa narik, karena nggak ada tabung kosong, karena di pangkalannya stoknya banyak,” tuturnya.

Untuk pengawasan di lapangan terkait stok dan harga elpiji 3 kg, pihaknya akan berkoordinasi dengan Hiswana Migas. (Mg5)

0 Komentar